Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Katolik Hari Ini, Tinggallah Di Dalam Tuhan!
Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kam
Oleh: Pater Fredy Jehadin, SVD
TRIBUNFLORES.COM - Simak renungan Katolik hari ini, Rabu, 18 Mei 2022.
BACAAN PERTAMAKisah Para Rasul 15: 1 - 6. YOHANES 15: 1 - 8
"Akulah pokok anggur yang benar dan BapaKulah pengusahanya. Setiap ranting padaKu yang tidak berbuah, dipotongNya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkanNya, supaya ia lebih banyak berbuah.
Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.
Baca juga: Renungan Katolik Hari Ini, Damai Sejahtera Kutingggalkan Bagimu
Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.
Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah BapaKu dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-muridKu."
Demikianlah Sabda Tuhan
U: Terpujilah Kristus
Baca juga: Renungan Katolik Hari Ini, Saling Mengasihi
SIRAMAN ROHANI
Tema: Tinggallah Di Dalam Tuhan!
Yohanes 15:1- 8
Saudara-saudari
Sewaktu kecil, saya selalu mau dipeluk, digendong oleh mama dan bapaku. Selama berada di dalam pangkuan mereka, saya selalu merasa nyaman dan hangat. Saya selalu percaya, bahwa selama berada di dalam pangkuan dan gendongan orangtua atau kakak-kakakku, saya selamat.
Itulah pengalaman saya, sebagai seorang anak atau adik, yang belum bisa berdiri sendiri dan belum bisa memanfaatkan potensi yang saya miliki.
Sebagai anak-anak Allah, kita semua sesungguhnya harus memiliki sikap seperti seorang anak. Hidup kita sesungguhnya sangat bergantung pada Allah. Awal dan akhir hidup kita ada dalam genggaman Tuhan. Dialah yang memberi kita hidup dan Dia pulalah yang akan mengambil hidup kita. Jadi sesungguhnya kita tidak punya hak atas hidup kita.
Baca juga: Renungan Katolik Hari Ini, Benarkah Perkataan Yesus Kristus Itu Keras?
Yang harus kita buat sesungguhnya adalah menjaga kehidupan kita dengan baik dan selalu menjaga relasi kita dengan pemilik hidup itu sendiri, yaitu Tuhan. Selama kita berada dalam genggaman Tuhan, maka hidup kita pasti aman dan selamat.
Hari ini Yesus Kristus berkata: “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu!” Selama kita berada di dalam Kristus, pasti kita akan selalu merasa nyaman dan hidup. Dialah yang akan selalu menjadi pelindung kita, penuntun kita.
Dialah yang akan menyiapkan apa yang kita butuhkan. Dialah yang akan menjadi penanggungjawab utama akan hidup kita. Dialah yang mengayomi kita. Itulah artinya tinggal di dalam Dia.
Kemudian Dia juga berkata: “Aku di dalam kamu!” artinya Dialah penggerak utama hidup kita; Dialah inspirasi hidup kita; Dialah kekuatan dari dalam diri kita; Dialah roh kita. Kalau kita selalu pasrahkan diri kita seutuhnya kepada Dia, dan biarkan Dia menjadi penggerak dari dalam dan pelindung dari luar diri kita, maka siapakah yang bisa menghancurkan kita? Tidak ada kekuatan yang melampaui kekuatan Tuhan.
Tetapi kalau kita tidak memberi diri kita kepada Tuhan dan membiarkan Tuhan sendiri menjadi pelindung dan penggerak hidup kita, maka kehidupan kita akan sangat rapuh. Gampang sekali kita jatuh.
Hari ini Yesus Kristus sendiri umpamakan diri-Nya sebagai pokok anggur dan kita adalah ranting-rantingnya. Pokok anggur punya peran yang sangat penting. Dia adalah sumber kehidupan para ranting yang ada padanya.
Kalau ranting-ranting dipangkas, itu berarti mereka terpisah dari pokoknya. Dan apa yang akan terjadi selanjutnya? Semua ranting yang sudah dipangkas itu mati. Demikian pun hidup kita, kalau kita terpisah dari Kristus, maka jiwa kita akan mati.
Mati berarti tidak hidup bersama sumber hidup, yaitu Tuhan sendiri. Jiwa kita akan tinggal di tempat yang penuh derita, sengsara untuk selama-lamanya.
Marilah saudara-saudari
Tinggallah di dalam Tuhan! Di dalam Tuhan kita akan nyaman, hidup dan selamat untuk selamanya.
Kita mohon Bunda Maria untuk mendoakan kita agar bersama dia kita boleh hidup bersama Puteranya, Yesus Kristus. Amen!
Renungan Katolik lainnya