Breaking News:

Kades di Manggarai Timur Tutup Usia

Kades Termuda di Manggarai Timur Ditemukan Tewas di Belakang Rumah, Ini Kata Polisi

Namun Kapolsek Yohny, belum memberikan penjelasan secara detail terkait peristiwa bunuh diri itu, karena anggota masih ke TKP.

Editor: Gordy Donovan
KOMPAS.COM
ILUSTRASI - Tewas 

Sebelumnya, Kepala Desa (Kades) Benteng Rampas, Benyamin Fansi Ardi Antang, di Kecamatan Lamba Leda Timur ditemukan meninggal dunia di belakang rumahnya, Rabu 25 Mei 2022.

Benyamin Fansi Ardi Antang diketahui merupakan Kades termuda di Kabupaten Manggarai Timur.

Saat ini usia Benyamin yaitu 28 tahun.

Baca juga: 22 Tenaga Kerja Ilegal Asal NTT Sudah Berangkat Malaysia, Diduga Lewat Jalur Tikus

Informasi terkait meninggalnya Kepala Desa yang baru dilantik tahun 2021 lalu ini, ramai diposting di media sosial Facebook oleh keluarga dan sahabat korban.

Salah satu dari akun Facebook milik Nikolaus Martin.

Dalam postinganya Nikolaus memposting foto korban Fandi dengan mengenakan seragam dinas kepala desa dan pada caption foto itu Nikolaus menulis kalimat haru.

"Berita hari ini dari Kampung benar-benar mengagetkan. Betapa saya tidak terkejut, Kades Benteng Rampas (toa Fansy Antang) meninggal dengan cara yang sangat tragis, sadis dan penuh dengan aroma kebodohan (sesuai info keluarga besar Lagos). Sebaga pribadi sangat kecewa dengan keputusanmu mengakhiri hidup tanpa engkau pertimbangnya dampak phsicologis keluarga besar dan masyarakat Benteng Rampas. Jika ada beban dalam tugas atau problem lainya solusinya tidak dengan cara tragis seperti ini. Dipundakmu harapan masyarakat Benteng Rampas dan dasar pertimbangan keluarga mendorongmu untuk tampil sebaga Cakades karena ada potensi yang ada pada dirimu. Namun hari ini engkau meninggalkan masyarakat Benteng Rampas tanpa meninggalkan pesan apapun ditengah sedang mengerjakan pembangunan yang sudah disetujui dan sesuai kebutuhan masyarakat. Caramu meninggalkan keluarga besar dan masyarakat Benteng Rampas itulah yang om tidak mampu menerima hingga detik ini," tulis Nikolaus.

Postingan itu pun ramai dikomentari para netizen dengan menyampaikan turut berduka cita.

Nikolaus Martin ketika dihubungi TRIBUNFLORES.COM, mengatakan, korban Benyamin meninggal dunia dengan cara bunuh diri di belakang rumah.

Baca juga: BREAKING NEWS: Polisi Tahan Tersangka Ira Ua, Dugaan Kasus Pembunuhan Astri dan Lael di Kupang

Korban baru diketahui sekitar pukul 09.00 Wita pagi tadi saat anak-anak sedang bermain di belakang rumah.

Melihat korban, anak-anak lalu melaporkan kepada keluarga dan kemudian ditolong oleh keluarga, namun nyawa korban tidak bisa tertolong alias meninggal dunia.

Nikolaus juga mengatakan, belum diketahui penyebab korban bunuh diri.

"Belum ada informasi dari keluarga tentang itu. Minggu lalu masih ada kontak dengan saya terkait pekerjaan AMB dari DD. Saya cari tahu progres pengerjaannya, katanya pengerjaan penguburan pipa, saya tanya apa ada kendala, katanya tidak ada, intinya lancar dan aman. Saya pun terus memberikan spirit kepadanya agar sukses. Info dari keluarga juga tidak ada masalah di desa,"tutur Nikolaus.

Sementara itu, Kapolres Manggarai Timur, AKBP I Ketut Widiarta, SH.,SIK.,M.Si melalui Kapolsek Borong AKP Yohny Friser Makandolu, SH, ketika dikonfirmasi TRIBUNFLORES.COM, membenarkan peristiwa itu.

Namun Kapolsek Yohny, belum memberikan penjelasan secara detail terkait peristiwa bunuh diri itu, karena anggota masih ke TKP.

"Ia, sementara anggota ke TKP," ungkapnya. (*)

Berita Kades di Manggarai Timur tutup usia

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved