Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Katolik Hari Ini, Hayati dan Amalkanlah Janji Kita kepada Tuhan
Dan hal ini dikatakanNya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Pater-Fredy-JehadinSVD.jpg)
Oleh: Pater Fredy Jehadin, SVD
TRIBUNFLORES.COM - Simak renungan Katolik hari ini, Jumat 3 Juni 2022
BACAAN PERTAMA: Kisah Para Rasul 25: 13 - 21. INJIL YOHANES 21: 15 - 19.
Yesus yang telah bangkit menampakkan Diri kepada murid-muridNya.
Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepadaNya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-dombaKu." Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepadaNya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-dombaKu." Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepadaNya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau."
Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-dombaKu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki." Dan hal ini dikatakanNya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."
Demikianlah Sabda Tuhan
U: Terpujilah Kristus
SIRAMAN ROHANI
Tema: Hayati Dan Amalkanlah Janji Kita Kepada Tuhan!
Yohanes 21:15-19
Saudara-saudari
Hari ini, sesudah Yesus bangkit dari kematian dan sebelum kembali ke Surga, Ia bertanya kepada Petrus sebanyak tiga kali, katanya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Simon Petrus menjawab Yesus Kristus tiga kali, katanya: “Benar Tuhan, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau.” Sesudah mendengar ungkapan hati dan pikiran Petrus, Yesus memberinya tugas, katanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku” Peristiwa ini sesungguhnya satu perjanjian Petrus di depan Yesus sendiri, yang disaksikan oleh para rasul yang lain, bahwa ia akan melayani para pengikut Kristus sampai ia mati.
Janji itu dihayati dan diamalkan Petrus dengan setia dan penuh tanggungjawab. Petrus meninggal dunia sesuai dengan yang diramalkan oleh Yesus sendiri. Yesus Kristus sudah meramalkan bahwa sewaktu menjadi tua, Petrus akan mengulurkan tangannya dan orang lain akan mengikat dia dan membawa dia ke tempat yang tidak dikehendakinya.
Kata Yesus kepada Petrus: “Ikutilah Aku.” Dia mengikuti Yesus Kristus. Dia sepertinya mengikuti suka-duka hidup Kristus sendiri. Roh Tuhan sungguh hidup di dalam dirinya, ia pun mengadakan banyak mujizat, sampai orang yang sudah mati pun dihidupkannya. Sumpahnya sudah menjadi kekal dan buah sumpahnya pun dinikmati oleh banyak orang termasuk kita. Ia sudah menjadi Paus pertama untuk Gereja katolik. Petrus sungguh bertanggungjawab akan apa yang sudah dikatakannya: “Benar Tuhan, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau.” Ia melayani Tuhan sampai wafat di kayu salib. Ia menghayati dan mengamalkan apa yang sudah dijanjikannya kepada Yesus Kristus.
Bagaimana dengan penghayatan dan pengamalan janji/sumpah kita? Sebagai pelayan Negara, apakah kita selalu menjalankan tugas kita sesuai dengan sumpah kita?
Baca juga: Renungan Katolik Hari Ini, Tuhan Sungguh Mencintai Kita
Sebagai suami istri, bagaimana penghayatan dan pengamalan cintanya kepada pasangan hidup? Apakah anda selalu saling mendengarkan dan menghargai pendapat pasangan anda? Sebagai biarawan-biarawati, apakah kita selalu menghayati kaul-kaul kebiaraan kita; taat kepada pembesar kita walaupun terkadang terasa berat untuk dijalankan? Sebagai pastor, apakah kita selalu taat kepada uskup atau superior kita dan selalu berkonsultasi dengan uskup kita sebelum kita melakukan satu pembaruan yang walaupun menurut pendapat anda, baik adanya?
Marilah saudara-saudari
Kita memohon Bunda Maria dan St. Petrus untuk senantiasa mendoakan kita agar semangat dan contoh hidup mereka selalu menjadi inspirasi hidup kita sehingga sumpah kita akan menjadi kekal dan menghasilkan buah yang sangat berguna bagi Tuhan dan sesama. Amen!