Ayah Garap Paksa Anak Kandung

Kronologi Ungkapnya Kasus Ayah di Manggarai Garap Paksa Anak Kandung, Ibu Korban Lihat Video di HP

Lalu pelapor mencocokan dengan barang milik korban dan sama persis dengan apa yang pelapor lihat di hp milik pelaku.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUN FLORES.COM
ILUSTRASI: Kasus Garap Paksa Anak Dibawah Umur. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar

TRIBUNFLORES.COM, RUTENG - Berikut ini adalah kronologi terungkapnya kasus seorang ayah di Manggarai tega garap paksa anak kandung.

Seorang ayah berinisial FOB (40) di Kabupaten Manggarai diduga garap paksa anak kandungnya sendiri, Bunga (bukan nama sebenarnya) berusia 13 tahun.

Saat melakukan aksi bejatnya, FOB juga merekam adegan mereka menggunakan kamera Handphone (Hp).

Baca juga: SEMA STFK Ledalero Bawa Spanduk Manusia Bukan Kambing Demo di PN Maumere

 

Kapolres Manggarai, AKBP Yoce Marten, S.H, S.I.K, M.I.K, melalui Paur Humas Polres Manggarai Ipda I Made Budiarsa, menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada enam bulan yang lalu tepatnya tanggal 27 Desember 2021, sekitar pukul 02.00 Wita, di sebuah desa wilayah Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai.

Ipda I Made Budiarsa menyampaikan pelapor yang juga ibu korban mendatangi SPKT Polres Manggarai, pada Rabu 1 Juni 2022.

Ia melaporkan atas dugaan persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

Kata dia, ibu kandung korban mengetahui kejadian ini ketika pelapor mengambil HP milik pelaku dan tidak sengaja membuka galeri dan mendapatkan gambar dan video tak senonoh itu.

"Kasus tersebut baru diketahui sekitar pukul 07.00 Wita, pelapor yang juga ibu korban mengambil hp milik pelaku dan secara tidak sengaja melihat di galeri hp tersebut ada beberapa gambar dan video asusila itu," ungkap Ipda Made kepada TRIBUNFLORES.COM Selasa 7 Juni 2022.

Baca juga: Penjabat Bupati Flotim Bertemu Uskup Larantuka, Mgr.Fransiskus: Pendekatan Berbasis Kearifan Lokal

Ia menjelaskan, kemudian pelapor melihat ada satu video yang ciri -cirinya celana pendek, celana dalam, seprei, selimut, tangan dan jari serta bagian sensitif pelaku yang juga suami pelapor digesekan ke bagian sensitif korban berulang kali.

Lalu pelapor mencocokan dengan barang milik korban dan sama persis dengan apa yang pelapor lihat di hp milik pelaku.

Atas kejadian tersebut pelapor melaporkan suaminya ke pos pelayanan SPKT Polres Manggarai untuk di proses sesuai hukum yang berlaku.

Pada hari Senin tanggal 6 Juni 2022, Unit PPA, Sat Reskrim Polres Manggarai, telah menetapkan pelaku sebagai tersangka dan dilakukan penahanan.

"Pelaku dijerat pasal 81 ayat 1 dan 3 UU no. 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan Pemerintah no. 1 tahun 2016 tentang perubahan ke 2 UU no. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak menjadi Undang Undang, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara," pungkasnya. (Cr2).

Berita Kasus Asuila lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved