Berita Kota Kupang

Bukti Cintanya ke Ira Ua, Randy Badjideh Habisi Astri Manafe dan Lael 

Lanjutan sidang kasus pembunuhan Astri Manafe dan Lael Maccabe di PN Kelas IA Kupang menghadirkan saksi ahli pidana dan ahli bahasa.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/RAY REBON
Terdakwa kasus pembunuhan ibu dan anak, Randy Badjideh berbicara dengan penasehat hukum dalam sidang, Rabu 15 Juni 2022 di Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Ray Rebon

TRIBUNFLORES.COM, KUPANG-Sidang lanjutan kasus pembunuhan ibu dan anak  Astrid Manafe dan Lael Maccabe menghadirkan saksi ahli pidana dan ahli bahasa digelar di Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang, Rabu 15 Juni 2022.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan saksi ahli pidana, Mikael Feka dari Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang dan saksi Bahasa, Christina Terentjie Weking, Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Kantor Bahasa Pemprov NTT.

Christina diminta oleh majelis hakim menguraikan makna bukti percakapan antara terdakwa Randy  Badjideh dan istrinya Ira Ua melalui pesan Whatsapp. Berikut percakapan mereka dibeberkan di persidangan.

""Beta cinta beta syg b buat sampe bgni mah itu ckup buat mama percy beta kow?

Baca juga: Astri Manafe dan Lael Dijerat Pesan Singkat Randi Badjideh Ke Jakarta

(Chat foto dengan caption Alergi ni)

Beta bunuh org loh mah

Bkn beta tipu ato pukul org mah beta bunuh org ini mah.

Sn bisa ko itu bukti klo b cinta b syg b mau hidup dg ktg ko?""

Christin menjelaskan kalimat "Beta Cinta, Beta sayang makanya beta buat sampe begini mah, itu sonde cukup buat mah percaya beta kow" terdakwa merujuk pada apa telah diperbuatnya atau terdakwa meyakinkan lawan bicara dan apabila tindakan itu sudah dilaksanakan.

Baca juga: Sidang Pembunuhan Ibu dan Anak di PN Kupang; Ahli Forensik Beberkan Cekikan Astri Manafe dan Lael

Dalam pesan Whatsapp itu pun terdapat balasan gambar foto Ira Ua (dengan tulisan B Alergi ni), kata Christin, gambar dengan kata alergi ni ada dua makna, pertama apakah memang benar mitra bicaranya terdapat alergi dan harus melakukan pembuktian fisik, kedua ketidakpercayaan terhadap mitra bicara (dalam hal ini tidak percaya Ira terhadap Randy).

Kalimat "Beta bunuh orang loh mah," lanjut Christin pernyataan terdakwa ini menunjuk bahwa dia sudah melakukan tindakan membunuh. 

Selanjutnya kalimat "Bukan beta tipu org ato pukul org mah beta bunuh org ni mah" menurut Christin, terdakwa kembali menegaskan apa yang dilakukannya kepada mitra bicaranya (Ira Ua).

Sonde bisa kow itu bukti b cinta b sayang mw hdp dgn ktg kow?, bukti sebuah tindakan atas cinta atau lebih meyakinkan istrinya.

Baca juga: Wartawan Dilarang Meliput Sidang Pembunuhan Astri Manafe dan Lael

Sidang ini dipimpin Hakim Ketua, Wari Juniati,S.H,M.H didampingi empat hakim anggota, Y. Teddy Windiartono, S.H,M.Hum. Reza Tyrama, S.H, A A. Gde Oka Mahardika,S.H,M.H dan Murthada Mberu,S.H. Penuntut umum beranggotakan  Herry Franklin,S.H, M.H , Sarta, S.H, Herman Deta,S.H, Fera,S.H dan Sisca Gitta Rumondang Marpaung, S.H., M.H

Terdakwa Randy Badjideh didampingi empat orang kuasa hukumnya yakni, Benny Taopan,S.P,S.H, M.H, Diky Ndun, S.H, Heri Pandie,S.H dan Amos Lafu, S.H.

Berita Kota Kupang lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved