Berita Sikka

Yasinta Manfaatkan Keramaian Mahasiswa Unipa Maumere Buka Kantin Dekat Kampus

Delapan tahun yang lalu,Yasinta membuka usaha warung makan nasi bungkus di Jalan Kesehatan, Kelurahan Beru, Kota Maumere, Pulau Flores

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/PAULUS KEBELEN
PENJUAL NASI-Yustina jual nasi bungkus di kompleks kampus Unipa Maumere, Selasa 21 Juni 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paulus Kebelen

TRIBUNFLORES.COM,MAUMERE-Delapan tahun yang lalu, Yasinta membuka usaha warung makan nasi bungkus di Jalan Kesehatan, Kelurahan Beru, Kota Maumere, Pulau Flores. Ikhtiarnya membantu sang suami mencari nafkah.

Setiap hari, kantin letaknya berdampingan dengan Toko Buku Gramedia Maumere dan Kampus Unipa  Maumere- Indonesia menjadi lokasi tongkrongan para mahasiswa.

Mereka  umumnya datang menyeruput  segelas kopi dan menyantap hidangan nasi bungkus yang dijual seharga Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per bungkus.

Ibu dua anak, domisili  di Kelurahan Kota Baru membuka kantin di tempat  memanfaatkan kehadiran ribuan mahasiswa Unipa.  Sejak dibuka  pag hari sampai sore menjelangm warung makan ini selalu ramai dikunjungi mahasiswa.

Baca juga: Imigrasi Maumere Lakukan Koordinasi dengan Stakeholder Soal TPI di Sikka

"Di sini, saya cukup senior kalau dibandingkan dengan penjual lain. Saya sudah delapam tahun jualan nasi bungkus. Pembeli juga bisa makan langsung di kantin," ujar Yustina,  Selasa 21 Juni 2022.

Yustina membuka usaha tersebut untuk membantu sang suami mencari nafkah menopa kebutuhan hidup sehari-hari. Suaminya bernama Paulinus telah pensiun dini karena mengalami sakit cukup serius.

"Suami dulu kerja sebagai pegawai koperasi mingguan. Sekarang jaga ternak babi dan ayam di rumah," katanya.

Dari usaha ini, Yustina bisa membiayai seklah dua anaknya. Anak sulungnya telah tamat SMA dan yang bungsu sudah naik kelas IX SMP.

Baca juga: Bangku dan Kopi Bubuk Digondol Maling, Yustina Tak Kapok Jualan Nasi Uduk di Maumere

"Yang sulung saya suruh kuliah tapi dia memilih bekerja. Bungsu masih SMP," beber Yustina.

Di kantin Putera Tunggal miliknya, tersedia kuliner sederhana dengan harga terjangkau seperti nasi ikan dan nasi telur. Tersedia juga kopi hasil geliat petani lokal Nian Tana Sikka, kopi Sibakloang Maumere.

Dalam sehari, Yustina mengaku bisa meraup omset Rp.400.000 sampai Rp.600.000. Sebagian besar uang itu akan digunakan menjadi modal belanja barang di Pasar Alok Maumere dijual lagi pada hari berikutnya.

"Tergantung pembeli. Kalau mahasiswa kegiatan di luar pasti hasilnya berkurang," tandasnya.

Baca juga: Buah dari Menenun, Anggota Kelompok Bliran Sina Watublapi di Sikka Sekolahkan Anak hingga Sarjana

Sebagai seorang penjual sederhana, Yustina tetap tegar dan tak absen melebarkan senyuman. Ibu dua anak itu kerap berkelakar saat bertemu pelanggan setia.

"Kelakar juga saya, tukang marah juga saya. Intinya kerja dengan bahagia," imbuh Yustina.

Berita Sikka lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved