Breaking News:

Berita Sikka

Menyeruput Es Dawet Ayu Milik Kurniawan, Usir Hawa Panas Kota Maumere

Harga yang ia tawarkan dibanderol senilai Rp.5.000 per gelas. Dalam satu hari, ratusan gelas es dawet ayu ludes disambar pembeli.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/PAULUS KEBELEN
JUAL ES DAWET-Kurniawan (32), penjual es dawet ayu di pelataran Monumen Tsunasi Maumere, Jumat 24 Juni 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paulus Kebelen

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Satu diantara rekomendasi jitu menyegarkan tenggorokan dari hawa panas Kota Maumere adalah menyeruput es dawet ayu milik Kurniawan (32).

Pemuda asal Banjanegara, Jawa Tengah, yang kini menetap di Kota Maumere itu saat ini membukan usaha es dawet.

Minuman ini memiliki cita rasa unik dan menyegarkan tenggorokan. Harganya yang murah membuat minuman tradisional Banjanegara ini kerap diburu masyarakat setempat.

Persis dibawah rerindang pohon bagian utara Monunen Tsunami, Kurniawan mulai menawarkan minuman segarnya kepada siapa saja yang melintas.

Baca juga: Imigrasi Maumere Sosialisasi Kebijakan Penjaminan Tarif Izin Tinggal Keimigrasian di Flores Timur

 

Dalam benak pria bertubuh langsing itu, tersimpan rasa bangga karena es dawet ayu merupakan minuman tradisional dari kampung halamannya.

"Ini minuman tradisional bang. Alhamdullilah sejauh ini lumayan, lebih dari cukup," ujar Kurniawan saat diwawancarai wartawan, Jumat 24 Juni 2022.

Harga yang ia tawarkan dibanderol senilai Rp.5.000 per gelas. Dalam satu hari, ratusan gelas es dawet ayu ludes disambar pembeli.

"Tergantung juga bang, tapi bisanya lewat 200 gelas," terangnya.

Selain menyegarkan tubuh dan hasilnya memuaskan, kata Kurniawan, es dawet ayu juga menyimpan cerita sejarah yang unik.

Dikisahkannya, berdasarkan cerita turun temurun, ada seorang gadis cantik yang menjual es dawet keliling. Salah satu pelanggannya adalah seorang pria yang berprofesi sebagai musisi cukup terkenal.

"Dulu sekali di Banjanegara, ada seorang musisi yang terpesona dengan wanita cantik penjual es dawet. Musisi itu menamakan es dawet ayu. Ayu artinya cantik," kisahnya singkat.

Berdasarkan cerita sejarah tersebut, Kurniawan dan masyarakat Banjanegara melestarikan nama es dawet ayu ke seluruh penjuru negeri.

"Nama es dawet ayu kami lestarikan sampai sekarang bang," tandasnya.

Berita Sikka lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved