Flores Bicara

Cerita Mama Yovita Mariati Asal Sikka, Terima Penghargaan dari Ibu Negara Iriana Jokowi

Dia dianugerahi penghargaan Perempuan Berjasa dan Berprestasi di bidang kesehatan  oleh Organisasi Aksi Soliaritas Era (OASE) Kabinet Indonesia.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM /GG
TALK SHOW - Dalam acara Flores Bicara, edisi Senin 27 Juni 2022, digelar di Kantor TribunFlores.com, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, dipandu Host Nofri Fuka, Mama Yovita Mariati hadir membagikan pengalamannya saat diundang ke Jakarta beberapa waktu lalu. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Nofri Fuka

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mama Yovita Mariati (54) warga Hoba, Kelurahan Nangalimang, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, pada 21 April 2022, bertepatan dengan HUT ke-144 RA Kartini, menerima penghargaan di istana negara.

Dedikasinya kepada bayi dan balita diapresiasi pemerintah pusat. 

Dia dianugerahi penghargaan Perempuan Berjasa dan Berprestasi di bidang kesehatan  oleh Organisasi Aksi Soliaritas Era (OASE) Kabinet Indonesia.

Penghargaan kepada Yovita, janda empat anak dan empat cucu diserahkan oleh istri Menteri Pekerjaan Umum, Ny.Basuki Hadimulyo, dan istri Menteri Kesehatan RI.Ny.Budi Gunadi Sadikin. Ibu Negara, Ibu Iriani Widodo, Istri Wakil Presiden, Ny.Ma’aruf Amin dan ibu-ibu pengurus OASE turut menyaksikanya.

Baca juga: Keluarga Tergugat Rp 1,4 Miliar di NTT Angkat Bicara, Jonas: Ketentuan Adat Rote

 

Dalam acara Flores Bicara, edisi Senin 27 Juni 2022, digelar di Kantor TribunFlores.com, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, dipandu Host Nofri Fuka, Mama Yovita Mariati hadir membagikan pengalamannya saat diundang ke Jakarta beberapa waktu lalu.

Bagaimana perasaan mama, ketika mendengar berita bahwa mama mewakili NTT diundang ke Jakarta?

Saya sangat senang sekali. Pokoknya tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Dalam diri saya, saya berpikir kenapa saya yang harus dipilih dan kenapa bukan orang lain. Sedangkan, saya bukan orang yang berpendidikan tinggi. Hidup juga pas-pasan. Jadi, saya itu tidak menyangka, dari sekian banyak orang di NTT saya yang dipilih untuk bertemu Presiden, ibu Presiden dan orang penting lainnya di Jakarta.

Kira-kira kriteria apa saja, yang menjadi pedoman penting, ditunjuknya mama sebagai penerima penghargaan di Istana Negara?

Awalnya memang kami disuruh untuk melengkapi berkas-berkas. Baik itu data diri hingga pengalaman bekerja sebagai kader posyandu selama 34 tahun dengan honor per bulan Rp.100.000. Saya pikir juga mungkin mereka pertimbangkan juga kehidupan ekonomi saya di rumah yang serba pas-pasan. Apalagi saya juga tinggal di rumah keluarga. Awal saya lengkapi berkas-berkas, memang terbilang cukup kesulitan namun saya dibantu oleh beberapa orang dari desa maupun kabupaten. Kalau mau dilihat memang saya tidak punya apa-apa untuk dipersiapkan. Handphone saya punya saja hanya Nokia tanpa kamera. Jadi, hampir semua orang yang urus. Tapi saya juga keluarkan uang berjumlah 1 Juta rupiah untuk lengkapi keperluan pribadi saya.

Pengalaman mama melakukan perjalanan ke Jakarta seperti apa?

Yah terbilang, menyenangkan dan membuat saya serba kaku. Saya memang sudah beberapa kali melakukan perjalanan menggunakan jasa pesawat. Namun, pengalaman kali ini memang berbeda. Saya didampingi oleh beberapa orang dari desa dan kabupaten. Perjalanan kami ke sana berlangsung lancar hingga tiba di hotel dalam keadaan selamat. Namun, satu perasaan yang selalu saya alami adalah kebahagiaan bercampur deg-degan.

Menurut mama, seperti apa perbedaan hotel di Jakarta dan di Maumere?

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved