Berita Sikka

Belasan Tahun Jadi Pedagang Pisang, Maria Medis Mampu Dirikan Rumah di Sikka

"Selama belasan tahun saya jadi pedagang pisang, hasilnya saya bisa bangun rumah tinggal untuk kami tinggal," jelas Medis.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM / MARIA MANGKUNG
JUAL PISANG - Maria Medis (57) Warga Nangablo, Desa Tilang, Kecamatan Nita, belasan tahun seorang pedagang pisang, di Pasar Alok, Kabupaten Sikka, Senin, 4 Juli 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Ria Mangkung

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Maria Medis (57) Warga Nangablo, Desa Tilang, Kecamatan Nita, belasan tahun menjadi pedagang pisang di Pasar Alok, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Maria Medis sudah hampir delapan belas tahun menjadi pedagang di Pasar Alok

Setiap harinya Maria Medis, berjualan pisang, dan daun pisang, di emperan kios Blok B, nomor lima, pasar Alok, demi mengumpulkan pundi-pundi rupiah.

Wanita lansia ini sudah berada di Pasar Alok dari pukul 08.00 Wita, sampai pukul 17.00 Wita, untuk berjualan barang dagangannya.

Baca juga: Pelaku Pariwisata di Labuan Bajo Ancam Unjuk Rasa Bila Tarif Baru TNK Diterapkan

 

Saat ditemui TribunFlores.com, di Pasar Alok, Maria Medis, menjelaskan beberapa barang yang ia dagangkan adalah hasil dari kebun sendiri.

"Ini diambil dari kebun saya sendiri yang ada di Nangablo," tutur Maria, Selasa 5 Juli 2022.

Wanita yang sering di sapa, mama Medis ini, menceritakan sehari ia bisa menghasilkan Rp 300-400 ribu per hari, sekali jualan.

Dengan harga daun pisang Rp 100 ribu per karung, dalam sekarung isi 1000 lembar daun pisang, dan buah pisang empat puluh ribu per tandan.

Baca juga: Politani Kupang Buka Penerimaan Mahasiswa Jalur Mandiri, Pendaftaran Hingga 7 Agustus 2022

Medis, menuturkan selama belasan tahun menjadi pedagang demi menunjang kebutuhan ekonomi keluarganya.

Ditambahkannya, ia mengaku selama belasan tahun menjadi pedagang pisang ia bisa mendirikan rumah tingal untuk keluarganya.

"Selama belasan tahun saya jadi pedagang pisang, hasilnya saya bisa bangun rumah tinggal untuk kami tinggal," jelas Medis.

Berita Sikka lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved