Kasus Penganiayaan di Manggarai

BREAKING NEWS: ASN Dinas PUPR Manggarai Diduga Aniaya Teman Kantor, Telinga Korban Bengkak dan Memar

Seorang ASN di Manggarai diduga menganiaya rekan kerjanya di Dinas PUPR Manggarai. Korban merupakan THL melaporkan kejadian itu ke Polres Manggarai.

Editor: Gordy Donovan
KOMPAS.COM
Ilustrasi penganiayaan. Seorang ASN di Manggarai diduga menganiaya rekan kerjanya di Dinas PUPR Manggarai. Korban yang merupakan THL melaporkan kejadian itu ke Polres Manggarai untuk diproses hukum. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar

TRIBUNFLORES.COM, RUTENG- Seorang sopir di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Manggarai, Fransiskus Kristiawan Mesak(40) diduga dianiaya oleh rekan kerjanya, Kamis 7 Juli 2022 pukul 11.45 Wita.

Terduga pelaku BA (40) merupakan rekan kerjanya di Dinas PUPR Manggarai Asal Tenda, Kelurahan Tenda, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai,NTT.

BA disebutkan seorang ASN pada Dinas PUPR Manggarai.

Kapolres Manggarai AKBP Yoce Marten, S.H, S.I.K, M.I.K, melalui Paur Humas Polres Manggarai Ipda I Made Budiarsa saat di hubungi Kamis malam membenarkan kejadian tersebut.

Baca juga: Angin Kencang dan Gelombang Tinggi, Nelayan Watumilok Sikka Enggan Melaut

 

Budiarsa menjelaskan dugaan penganiayaan tersebut berawal saat korban sedang duduk cerita dengan saudara Selis Obot di kantor Dinas PUPR Kabupaten Manggarai.

Terduga pelaku BA mendatangi Fransiskus dan langsung menendang hingga memukul korban menggunakan kepalan tangan sebanyak 2 kali di telinga bagian kiri menyebabkan bengkak dan memar.

"Kasus penganiayaan terjadi berawal saat korban sedang duduk bercerita dengan saudara Selis Obot di kantor dinas PUPR kabupaten Manggarai. Tiba-tiba pelaku datang dan langsung menendang dan memukul korban menggunakan kepalan tangan sebanyak 2 kali di telinga bagian kiri sehingga menyebabkan bengkak dan memar," ungkap Ipda I Made Budiarsa.

Mendapatkan perlakuan tidak terpuji dari rekan kerjanya itu Fransiskus lantas mendatangi SPKT Polres Mangarai untuk melaporkan kejadian yang menimpa dirinya.

Baca juga: Kisah Ibu Rumah Tangga di Sikka, Tinggalkan 3 Orang Anaknya Pergi Melaut

Pos pelayanan SPKT Polres Manggarai sudah menerima laporan dugaan penganiyaan tersebut untuk di proses sesuai hukum yang berlaku.

Saat di hubungi melalui sambungan telepon terduga pelaku BA mengaku khilaf dengan tindakan dirinya memukul teman sekantor Fransiskus Kristian Mesak.

"Saya khilaf dengan tindakan yang saya lakukan tadi, tidak ada niat untuk melukai teman saya," ungkapnya

Menanggapi laporan yang sudah di layangkan ke Polres Mangarai, dia berharap hasus ini akan diselesaikan secara kekeluargaan.

"Saya akan minta maaf untuk diselesaikan secara kekeluargaan," pintanya.(Cr2).

Berita kasus penganiayaan di Manggarai

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved