Berita Nagekeo

Tanah Suku Hendak Dijual ke Investor, Warga Desa Bidoa Nagekeo Tanam Plang Larangan

Kegiatan itu dilakukan menyusul adanya informasi bahwa tanah ulayat mereka hendak dijual oleh dua orang berinisial FJ dan FD, kepada Investor.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM / PATRIANUS MEO DJAWA
PASANG PLANG - Sejumlah Warga Desa Bidoa, Kecamatan Nangaroro memasang Plang larangan di KM 4, Sisi jalan Trans Aegela - Marapokot, Nagekeo, Senin 11 Juli 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Patrianus Meo Djawa

TRIBUNFLORES.COM, MBAY - Ratusan pria asal desa Bidoa, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, melakukan aksi penanaman plang peringatan di KM 4 sisi ruas jalan trans Aegela - Marapokot, Senin 11 Juli 2022.

Kegiatan itu dilakukan menyusul adanya informasi bahwa tanah ulayat mereka hendak dijual oleh dua orang berinisial FJ dan FD, kepada Investor.

"Warga Bidoa dari Woe Mogo Karo Wolo Senga melakukan pemasangan Plang itu disebabkan karena tanah itu mau dijual oleh pihak-pihak tertentu, mau dijual ke pihak lain, " ujar Pius Mare, Ketua Persekutuan masyarakat adat Mogo Karo Wolosenga, Senin 11 Juli 2022.

Plang yang ditanam para pria Desa Bidoa bertuliskan " TANAH INI DIBAWAH PENGUASAAN ULAYAT MOGO-KARO-WOLOSENGA. TIDAK BOLEH MEMANFAATKAN ATAU ADA KEGIATAN APAPUN DIAREA TANAH INI TANPA IJIN PEMEGANG ULAYAT"

Baca juga: Fakta-fakta Terkait Meninggalnya Nikolaus Poa Akibat Lakalantas di Nagekeo, Pergi Undang Keluarga 

 

Pihak Woe Mogo Karo Wolosenga menegaskan tidak akan segan-segan menempuh jalur hukum bila larangan itu tidak diindahkan.

Sementara, FJ, salah satu nama yang disebut akan menjual tanah itu saat dikonfirmasi TRIBUNFLORES.COM, mengaku kalau tanah yang dijual itu merupakan tanah miliknya sendiri.

FJ berjanji akan menghubungi TRIBUNFLORES.COM untuk memberikan konfirmasi resmi hari ini, Selasa 12 Juli 2022 (cr3).

Berita Nagekeo lainnya

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved