Berita Ende

Petani Muda di Wolowaru Ende Bikin Pupuk Bokasi dari Kotoran Hewan

Cuaca mendung di pagi hari seolah tidak menyurutkan niat anak muda tersebut untuk bergegas ke lokasi yang sudah disepakati sebelumnya.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM / HO - AGUSTINUS KAYETANUS WASEK
PEMBUATAN PUPUK - Kelompok Petani Muda Wolowaru yang bergabung dalam Wolowaru Youth Farmer Group melaksanakan kegiatan pembuatan pupuk bokasi secara bersama pada hari Rabu, 13 Juli 2022. Diihadiri oleh 23  petani  muda dari beberapa desa di Kecamatan Wolowaru, kegiatan ini dilaksanakan di rumah salah satu anggota kelompok di Wakale’u, Desa Mbuli Waralau Utara, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende.   

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Nofri Fuka

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Kelompok Petani Muda Wolowaru yang bergabung dalam Wolowaru Youth Farmer Group melaksanakan kegiatan pembuatan pupuk bokasi secara bersama Rabu 13 Juli 2022.

Diihadiri oleh 23 petani muda dari beberapa desa di Kecamatan Wolowaru, kegiatan ini dilaksanakan di rumah salah satu anggota kelompok di Wakale’u, Desa Mbuli Waralau Utara, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende.

Cuaca mendung di pagi hari seolah tidak menyurutkan niat anak muda tersebut untuk bergegas ke lokasi yang sudah disepakati sebelumnya.

Tampak satu demi satu datang dengan membawa bahan yang dibutuhkan yaitu jerami padi, kotoran hewan, dan dedak padi. Sambil menunggu kedatangan rekan – rekan lainya yang masih dalam perjalanan, beberapa pria muda langsung bergerak menghidupkan APPO ( alat pembuat pupuk organik) yang disewa dari salah satu warga.

Baca juga: Dana PEN Provinsi NTT Rp 75 Miliar Jadi Temuan BPK RI

 

Tepat jam 10.00 WITA, dengan arahan salah satu staff YBTS, Rozanov Cita Fatra Adi dan PPL Kecamatan Wolowaru, Anjelina Mbuka, masing – masing petani muda bergerak sesuai dengan peran yan g sudah di bagi; ada yang menghaluskan jerami dengan parang, beberapa mencampur bahan – bahan yang dibawa, sedangkan remaja putri bertugas mengatur bahan – bahan yang dikeluarkan dari APPO.

Setelah sekitar dua jam, sekitar 1 ton bahan – bahan organik yang sudah dihaluskan tersebut ditaruh ditarpal terbuka agar cepat kering.

Tanpa memperdulikan matahari yang kian menyengat, semua memperhatikan arahan selanjutnya dari Staff YBTS dan PPL tentang bagaimana melakukan fermentasi dengan melibatkan bahan dedak padi, gula, dan M4.

Diselingi canda dan cerita-cerita seputar remaja sepanjang kegiatan, kegiatan menghasilkan 1 ton pupuk bokasi yang akan digunakan.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved