Berita NTT

Rakor Bersama Biro Organisasi Setda Provinsi NTT, Ombudsman NTT Dorong Kepatuhan Pelayanan Publik

Kegiatan rapat koordinasi tersebut antara lain menghadirkan Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial.

Editor: Gordy Donovan
ISTIMEWA
Suasana Pertemuan di Biro Organisasi Setda NTT, Rabu 20 Juli 2022. 

Kunjungan tersebut membicarakan dua hal. Pertama; terkait pelaksanaan tugas Balai Karantina Kelas I Kupang dalam menjaga kelancaran perdagangan/pemasaran produk agribisnis hasil peternakan ke luar wilayah NTT.

Tugas berat saat ini adalah menjaga NTT agar tetap bebas dari Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) yang saat ini masuk ke seluruh provinsi dan sangat memukul ekonomi para peternak. Karena itu telah ditempuh kebijakan untuk melarang pengiriman ternak dari dan keluar NTT.

Bagi yang terlanjur membawa ternaknya hingga ke pelabuhan untuk diantarpulaukan akan dipulangkan petugas dan diminta untuk melakukan karantina terlebih dahulu selama 14 hari sebelum dikirim.

Hal yang cukup mengganjal saat ini adalah bahwa Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku melalui edaran Nomor: 4 tahun 2022 tentang Pengendalian Lalu Lintas Hewan Rentan Penyakit Mulut dan Kuku dan Produk Hewan Rentan Penyakit Mulut dan Kuku Berbasis Zonasi ternyata mengijinkan lalu lintas produk olahan dari dan ke pulau kabupaten/kota di NTT, Bali dan Sulsel untuk tujuan importasi dalam negeri maupun luar negeri.

Hal mana belajar dari penyakit ASF yang menyerang babi, produk olahan sangat berpotensi menyebarkan penyakit kuku dan mulut pada sapi.

"Kepada tim balai karantina, kami menyampaikan akan berkoordinasi ke Ombudsman pusat agar dikoordinasikan ke Badan Karantina Pertanian Pusat terkait surat edaran satgas ini agar NTT benar-benar terjaga dari PMK,"kata Darius.

Kedua; Ombudsman NTT akan diundang menjadi saksi dalam pencanangan Zona Integritas yang akan dilaksanakan pada tanggal 3 Agustus 2022 di Kantor Balai Karantina Pertanian Tenau. Untuk itu kami menyatakan kesanggupan menjadi saksi dalam kegiatan tersebut.

"Terima kasih kepada Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang dan jajaran atas kunjungan ini. Tetap semangat dan menjadi instansi yang tangguh dan terpercaya dalam perlindungan kelestarian SDA Hayati hewan dan tumbuhan serta keamanan pangan di NTT. Semoga bermanfaat,"ujarnya.

Berita NTT lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved