Berita NTT

Penyidik Kejaksaan Negeri TTS Tahan Seorang Kepala SD, Diduga Korupsi Dana BOS

Kedua, Alasan obyektif (berdasarkan pasal 21 ayat 4 huruf a KUHAP) yaitu : Tindak Pidana itu diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih.

Editor: Gordy Donovan
POS-KUPANG.COM
DITAHAN - Kejaksaan Negeri TTS menahan Simon Tauho Terkait Kasus Tipikor Dana BOS tahun anggaran 2015 - 2020 pada SD Negeri Oetaman Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan 

TRIBUNFLORES.COM, KUPANG - Tim penyidik Kejaksaan Negeri TTS pada Selasa 26 Juli 2022, menetapkan 1 (satu) orang tersangka dan melakukan penahanan dalam perkara tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun anggaran 2015 - 2020 pada SD Negeri Oetaman Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Tersangka yang ditahan atas nama Simon Petrus Tauho alias SPT selaku Kepala Sekolah SD Negeri Oetaman, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan Tahun 2015-2022.

Hal ini disampaikan Kepala Seksi Intelijen Kejari TTS I Putu Eri Setiawan S.H kepada Pos Kupang, Selasa 26 Juli 2022.

Untuk mempercepat proses penyidikan kata Setiawan, tersangka ditahan selama 20 (dua puluh) hari terhitung sejak tanggal 26 Juli 2022 sampai dengan 14 Agustus 2022 di Rutan Polres TTS.

Baca juga: Kekeringan Meteorologis di Wilayah NTT Dua Kecamatan Status Awas

 

Hal tersebut lanjutnya berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Timor Tengah Selatan Nomor: Print –02/N.3.11/Fd.2/07/2022 tanggal 26 Juli 2022 .


Dijelaskan I Putu Eri Setiawan alasan penahanan terhadap tersangka adalah sebagai berikut.

Pertama, Alasan Subyektif (berdasarkan pasal 21 ayat I KUHAP) yaitu : Dalam hal kekhawatiran bahwa tersangka akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan/atau mengulangi tindak pidana.

Kedua, Alasan obyektif (berdasarkan pasal 21 ayat 4 huruf a KUHAP) yaitu : Tindak Pidana itu diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih.

Dirinya membeberkan terdapat dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Kepala Sekolah Dasar Negeri Oetaman, Simon Petrus Tauho dalam pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah pada Tahun Anggaran 2015 - 2020, di mana pengelolaan keuangannya tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga berpotensi merugikan keuangan negara sebesar Rp. 648.025.000.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved