Travel

Mengenal Moke Jantan dan Betina Khas Flores, Dicampur Rasanya Lebih Enak

Moke merupakan minuman tradisional dari Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Minuman beralkohol ini, dibuat dari nira, hasil irisan lonta

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Laus Markus Goti
TRIBUNFLORES.COM/ORIS GOTI
SORONG TUA. Yakobus Idong (kanan) sedang menjelaskan proses pembuatan moke kepada pengunjung di Sorong Tua Ilegetang, Sikka, Sabtu 30 Juli 2022. 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Moke merupakan minuman tradisional dari Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Minuman beralkohol ini, dibuat dari nira, hasil irisan buah atau tangkai bunga pohon lontar dan ada pula dibuat dari nira pohon enau.

Pembuatan nira menjadi moke melalui proses penyulingan secara tradisional dan menggunakan peralatan tradisional pula.

Yakobus Idong, salah satu pengrajin Moke di Ilegetang, Kelurahan Beru, Kabupaten Sikka, menerangkan, ada dua jenis pohon Lontar yang tumbuh di daerah Ilegetang.

Baca juga: Melihat Proses Penyulingan Moke di Maumere Sikka, Warisan Leluhur yang Masih Ada hingga Kini

 

"Ada pohon Lontar jantan dan ada pohon Lontar yang Betina," kata Yakobus saat diwawancarai di Sorong Tua miliknya di Ilegetang, Sabtu 30 Juli 2022.

Bagi pengrajin moke seperti Yakobus, Sorong Tua atau pondok pembuatan moke adalah rumah kedua. Pasalnya mereka menghabiskan banyak waktu di Sorong Tua.

Sorong Tua biasanya dibangun di kebun, tidak jauh dari pohon -pohon Lontar yang mereka sadap.

Selain sebagai tempat pembuatan Moke, pondok sederhana beratap daun lontar ini juga menjadi tempat mereka beternak ayam.

Kembali soal pohon Lontar, Yakobus menjelaskan, pohon Lontar yang jantan adalah pohon Lontar yang menghasilkan tangkai bunga lontar. Panjang tangakai bunga lontar bisa mencapai satu meter.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved