Berita Sikka

Gedung Sentra Kelapa Belum Difungsikan, Kadis Perdagangan Sikka: Tidak Ada Anggaran

"Bangun habis dibiarkan saja. Waktu covid dijadikan tempat isolasi pasien. Disitu juga tersimpan kotak suara milik KPU," ucapnya.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM / PAULUS KEBELEN
GEDUNG SENTRA PRODUKSI - Gedung Sentra Industri Kelapa milik Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Sikka, Jumat 5 Agustus 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paulus Kebelen

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Gedung Sentra Industri Kelapa milik Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Sikka belum pernah difungsikan pasca dibangun pada tahun 2017 lalu.

Pantauan TRIBUNFLORES.COM, Jumat 5 Agustus 2022, kondisi gedung semakin tak terawat lantaran ditumbuhi rumput liar dan beberapa kaca jendela sudah pecah.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Sikka, Yosef Benyamin mengatakan, gedung tersebut dibangun pada masa kepemimpinan Kensius Didimus, melalui bantuan anggaran dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.

"Itu untuk sentra kelapa tapi tidak berjalan karena tidak ada anggaran. Dibangun dari bantuan anggaran Kementerian Perindustrian. Kalau tidak salah, antara dana DAK atau dana TP," ujar Yosef di ruangan kerjanya.

Baca juga: Pasca Aksi Mogok Protes Kenaikan Tiket Masuk Pulau Komodo, Cafe Hafenblik Labuan Bajo Mulai Ramai

 

Ia mengatakan, pasca selesai pembangunan, gedung tersebut belum difungsikan dan justru dijadikan tempat isolasi pasien positif covid-19 dan tempat menyimpan kotak pemungutan suara.

"Bangun habis dibiarkan saja. Waktu covid dijadikan tempat isolasi pasien. Disitu juga tersimpan kotak suara milik KPU," ucapnya.

Lantaran demikian, Yosep berniat mengalihfungsikan gedung tersebut menjadi rumah desain kemasan untuk pelaku usaha di Kabupaten Sikka khususnya dan Pulau Flores umumnya.

"Saya bermimpi bahwa di Maumere punya rumah kemasan desain yang bisa mengcover satu daratan Flores. Tetapi itu sangat mahal jadi butuh proses panjang," terangnya.

Baca juga: Renungan Katolik Hari Ini, Pengalaman Akan Allah Membuat Kita Bahagia dan Berani

Meski membutuhkan proses panjang, Yosef mengaku tetap berkomitmen mengingat selama ini para pelaku UMKM mendesain kemasan di Kota Surabaya.

"Produk lokal kita menjadi mahal karena memang harga kemasan tidak murah. Komitmen saya bahwa kedepan harus ada rumah desain kemasan," tutupnya.

Berita Sikka lainnya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved