Harga Tiket Masuk Taman Nasional Komodo

Dialog Kenaikan Tiket Taman Komodo Labuan Bajo, BPOLBF Tampung Semua Masukan dan Keluhan

Bertempat di Ruang Rapat Kantor Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Direktur Utama BPOLBF didampingi Direktur Destinasi, Direktur KUK

DOK.DIVISI KOMUNIKASI PUBLIK
Direktur Utama BPOLBF, Shana Fatina 

TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO - Bertempat di Ruang Rapat Kantor Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Direktur Utama BPOLBF didampingi Direktur Destinasi, Direktur KUKP, Direktur Pemasaran, dan Kepala Divisi Komunikasi Publik melaksanakan dialog bersama pelaku pariwisata terkait penyampaian aspirasi pembatasan jumlah wisatawan serta kenaikan tarif baru paket wisata Taman Nasional Komodo (TNK), Kamis 4 Agustus 2022.

Dalam dialog yang diadakan secara hybrid tersebut, perwakilan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yakni Kepala Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur (D3), Vinsensius Jemadu menyampaikan bahwa dialog ini bukan untuk mengubah segala bentuk kebijakan karena wewenangnya bukan pada Kemenparekraf, namun untuk mendengar aspirasi pelaku pariwisata selaku garda depan dalam pengembangan pariwisata dan ekraf.

"Kita duduk bersama hari ini sekali lagi demi perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif, bukan untuk mengubah segala kebijakan yang ada tetapi mari kita dengarkan aspirasi dan masukan dari teman-teman pelaku pariwisata, karena mereka berada di garda terdepan dan sasaran dari adanya kebijakan ini" tegas Vinsen.

Dalam dialog yang diikuti oleh perwakilan asosiasi pelaku pariwisata ini, Vinsen juga menyampaikan apresiasi terhadap kecintaan para pelaku pariwisata kepada Labuan Bajo sekaligus permintaan maaf atas insiden yang tidak bisa dikendalikan beberapa waktu lalu.

Baca juga: Kenaikan Tarif Masuk Pulau Komodo Ditunda, Pelaku Pariwisata di Labuan Bajo Minta Diskusi dan Dialog

 

"Kami dari Kemenparekraf menyampaikan apresiasi karena ini adalah ekspresi dari teman-teman, wujud kecintaan pada Labuan Bajo, Komodo, dan juga menunjukkan rasa memiliki luar biasa. Ini sangat kami apresiasi dan kami hargai. Kami dari Kemenparekraf juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas insiden yang tidak bisa kita kendalikan dan kontrol" ujar Vinsen yang saat itu bergabung melalui media zoom.

Salah satu perwakilan dari asosiasi Awstar (Asosiasi Angkutan Wisata Darat) yang hadir secara daring dalam dialog tersebut menyampaikan bahwa pihaknya sepakat dengan adanya konservasi dan berharap agar berbagai kebijakan terkait masalah konservasi dapat melibatkan semua stakeholder sehingga memberikan manfaat kepada khalayak.

"Kami mencintai konservasi dengan cara dan metode masing-masing sehingga jika bicara tentang konservasi maka harus melibatkan semua stakeholder sehingga pokok-pokok pembahasaan itu bisa diambil sebuah kesimpulan sehingga memberikan manfaat untuk hajat hidup orang banyak" jelasnya.

Hal ini disambut baik oleh Kepala Deputi 3, Vinsen mengatakan bahwa kebijakan yang dibuat juga harus memberi dampak kepada para pelaku pariwisata.

"Kita sepakat bahwa konservasi "Yes", kita pasti dukung tetapi mekanisme yang ada menuju konservasi itu seperti apa, nah itulah yang menjadi pokok pembicaraan dan point of negotiation dari teman-teman sekalian sehingga kebijakan yang dibuat ini juga ada keberpihakan juga kepada pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif" lanjutnya.

Baca juga: Mohon Restu Arwah Leluhur Awali Festival Golokoe di Labuan Bajo

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved