Berita Sikka

Pelajar SMPN Kewapante Sikka Ikut Assemen Kompetensi Minimum Gantikan Ujian Nasional

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menerapkan Assesmen Kompetensi Minimum (AKM) sebagai pengganti Ujian Nasional akibat pandemi Covid-19.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/PAULUS KEBELEN
Pelajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kewapante, Kabupaten Sikka sedang mengikuti Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) di ruangan komputer sekolah, Sabtu 8 Agustus 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paulus Kebelen

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menerapkan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) sebagai pengganti Ujian Nasional (UN) akibat pandemi global Covid-19.

AKM yang merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka Belajar ini sudah berjalan selama setahun, yaitu pada tahun 2021 melibatkan sekolah-sekolah seantero Nusantara.SMP Negeri 1 Kewapante di Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, turut menerapkan model AKM di ruangan komputer sekolah.

Kepala Sekolah SMPN 1 Kewapante, Maria Heliana mengatakan, ujian AKM berlangsung selama dua hari dan melibatkan siswa kelas VIII untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan ketika duduk di kelas IX nanti.

"Yang ikut AKM itu siswa kelas VIII. Sekarang UN Kewapante makanya AKM menjadi syarat kelulusan," ujar Heliana kepada wartawan di halaman sekolah.

Baca juga: Jelang HUT ke 77 RI, Serda Muhamad Latih Anggota Paskibra di Palue Sikka

Ia menjelaskan, sistem kelulusan pengganti UN ini meliputi materi tentang tes kemampuan literasi membaca, numerisasi matematika, survei lingkungan belajar, dan survei karakter.

"Tes layaknya ujian, seperti sebelum-sebelumnya, tetapi semuanya menggunakan komputer," terangnya.

Heliana menuturkan, penilaian kompetensi dasar melalui AKM diperlukan oleh semua murid untuk mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat.

Sejauh ini, pihaknya sudah mendapatkan bantuan berupa 22 laptop dan sebuah server dari Kementerian Penddikan dan Kebudayaan RI pada tahun 2018.

Baca juga: Semarak 17 Agustus di SMPN Kewapante Membikin Siswa Tak Bolos Sekolah

Hanya saja, lanjut dia, warga sekolah terkendala jaringan, sehingga mereka masih kesulitan mengakses internet untuk memenuhi model pembelajaran yang serba online.

"Pihak sekolah sediakan orbit, dan ada juga bantuan kementrian berupa 24 buah laptop dan satu server. Tetapi jaringan disini masih susah," tutupnya.

Berita Sikka lainnya

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved