Harga Tiket Masuk Taman Nasional Komodo

Penundaan Kenaikan Tarif Masuk Pulau Komodo, Keuskupan Ruteng Sarankan Lonto Leok

Pemprov NTT hari ini menunda kenaikan tarif masuk Pulau Komodo. Keuskupan Ruteng mengapresiasi hal itu dan menyarankan untuk lonto leok.

Editor: Gordy Donovan
DOK.TRIBUNNEWS
KOMODO-Binatang purba Komodo di Taman Nasional Komodo,Kabupaten Manggarai Barat. Pemprov NTT menunda kenaikan harga tiket masuk Pulau Komodo. Keuskupan Ruteng mengapresiasi hal itu dan menyarankan untuk lonto leok 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Kristin Adal

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Pembangunan pariwisata di Labuan Bajo harus mempertimbangkan aspek keberlanjutan. Kebijakan kenaikan tarif masuk Taman Nasional Komodo (TNK) perlu didukung keterlibatan masyarakat Manggarai Barat melalui Lonto Leok atau duduk bersama.

Sekertaris Jenderal atau Sekjen Keuskupan Ruteng, RD Manfred Hambur, kepada TRIBUNFLORES.COM, Senin, 8 Agustus 2022, mengatakan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah Manggarai Barat terkait hajat hidup orang banyak harus ada kesepakatan bersama.

" Kami, orang Manggarai biasanya dalam hal membuat kesepakatan itu harus ada
lonto leok atau duduk bersama merundingkan," kata RD Manfred.

Menurutnya, kebijakan pembangunan mempertimbangkan aspek keberlanjutan, menjaga satwa. Sehingga keindahan alam itu berkelanjutan dan dapat dinikmati anak cucu. Namun, hal ini harus ada sosialisasi kepada masyarakat.

Baca juga: Tunda Kenaikan Tiket Masuk Pulau Komodo, HPI NTT Minta Keputusan Pemprov Tidak Bertabrakan dengan PP

 

" Yang paling penting ialah harus ada sosialisasi terus menerus. Supaya masyarakat mempunyai persepektif yang benar. Kadang maksudnya baik, efeknya baik tetapi sosialisasinya kurang meyakinkan sehingga tidak diterima dengan baik oleh masyarakat," ujar RD Manfred.

Lanjutnnya, pertimbangan pembangunan tidak hanya pada ekologis, ekonomis, tetapi ada aspek lain yaitu aspek sosial, politik, itu harus dirundingkan dengan baik. Keputusan atau kebijakan yang keluarkan itu bisa diterima.

Sebelumnya, Keuskupan Ruteng , NTT merespons polemik naiknya tarif masuk ke Taman Nasional Komodo menjadi Rp 3.75 juta per tahun awal Agustus 2022 mendatang.

Vikjen Keuskupan Ruteng , Romo Alfons Segar, menjelaskan, terkait dengan polemik kenaikan tarif masuk di Taman Nasional Komodo , Gereja Keuskupan Ruteng menilai rencana kenaikan tersebut dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia bersama dengan Pemerintah Provinsi NTT.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved