Harga Tiket Masuk Taman Nasional Komodo

Pelaku Wisata di Labuan Bajo Minta Kenaikan Tarif Masuk Taman Nasional Komodo Dibatalkan

Pelaku Wisata di Labuan Bajo Minta Kenaikan Tarif Masuk Taman Nasional Komodo Dibatalkan. Kenaikan Tarif masuk TN Komodo dibatalkan.

Editor: Gordy Donovan
DOK.TRIBUNNEWS
KOMODO-Binatang purba Komodo di Taman Nasional Komodo,Kabupaten Manggarai Barat. Pelaku Wisata di Labuan Bajo Minta Pemerintah Kenaikan Tarif Masuk Taman Nasional Komodo Dibatalkan, Jangan Ditunda. 

TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO - Polemik kenaikan tarif masuk Taman Nasional Komodo (TNK) di Labuan Bajo Manggarai Barat, NTT hingga kini masih menjadi perbincangan.

Sejumlah pihak menilai harga tiket masuk taman nasional Komodo terlalu mahal dan memberatkan wisatawan.

Jika dipaksakan, maka banyak wisatawan tak mau berkunjung ke Taman Nasional Komodo.

Tentu ini akan merugikan banyak pihak termasuk pelaku wisata di Labuan Bajo.

Baca juga: Menang di PTUN, Hakim Minta Pemda Flotim Tetapkan Ferdi Bain Jadi Kades Kolilanang

 

Mendapatkan informasi bahwa kenaikan tarif masuk taman Komodo ditunda, pelaku wisata di Labuan Bajo merasa senang.


Pelaku wisata merasa lega usai pemerintah memutuskan untuk menunda pemberlakuan tarif masuk ke Taman Nasional Komodo sebesar Rp 3,75 juta per orang untuk periode satu tahun.

Tarif sebesar Rp 3,75 juta itu baru diberlakukan pada Januari 2023 mendatang.

Keputusan penundaan tersebut pasca-penolakan dari masyarakat dan juga pihak gereja.

Dony Parera, salah seorang pelaku wisata yang sangat getol menolak kebijakan tersebut, mengaku sangat lega dengan keputusan dari pemerintah yang menunda kenaikan tarif masuk TN Komodo.

Dony berharap, kebijakan itu bukan hanya ditunda, melainkan dibatalkan.

Baca juga: Bupati Minahasa Utara Kagumi Kearifan Lokal Manggarai di Festival Golo Koe

"Berharap ini sifatnya bukan penundaan, tetapi permanen," ujar Dony kepada Kompas.com di Labuan Bajo, Selasa (9/8/2022) pagi.

"Akhirnya pemerintah sadar bahwa keputusan menyangkut kehidupan rakyat banyak, harus mendapatkan legitimasi dari rakyat kebanyakan. Model top down sudah tidak ada tempatnya lagi dalam pembangunan yang partisipatif dan transparan. Semangat bottom up yang harus dikedepankan," jelas Dony.

Menurut Dony, jika pemerintah tetap bersikeras memberlakukan kenaikan harga tiket itu, maka akan terjadi kegaduhan di Labuan Bajo.
"Jika tetap ngotot pada keputusan awal, maka kegaduhan berikut hanya menunggu waktu saja," kata dia.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Manggarai Barat, Silvester Wanggel, mengungkapkan, keputusan penundaan kenaikan tiket masuk ke Taman Nasional Komodo sesuai dengan araha Presiden lewat Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

"Sebagai pelaku pariwisata tentu kami menyambut baik keputusan ini. Artinya pemerintah mendengar suara kita dari bawah," ujar Silvester.

Baca juga: Ribuan Anakan Bambu dan Bakau Ditaman Peserta Festival Golo Koe 

Ia mengatakan, terkait adanya pemberlakuan tarif sebesar Rp 3,75 juta untuk masuk TN Komodo di tahun 2023, seluruh stakeholder pariwisata masih mempunyai ruang untuk berdialog dengan pemerintah dalam waktu 5 bulan ke depan.

"Harapannya akan ada solusi yg terbaik bagi seluruh komponen pariwisata di Labuan Bajo dan Flores umumnya," ujar dia. (Kompas.Com).

Berita Komodo lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved