Breaking News:

Berita Lembata

Gairah Tertunda Dua Tahun, Masyarakat Lodotodokowa Lembata Rayakan HUT Kemerdekaan

Masyarakat Desa Lodotodokowa di Kabupaten Lembata akhirnya bisa meluapkan kegembiraan merayakan HUT ke-77 Kemerdekaan RI,Rabu 17 Agustus 2022.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/RICKO WAWO
Semarak kemerdekaan semakin lengkap di desa yang letaknya berada di atas bukit ini, setelah kades Lodotodokowa, Yohanes Lewan Leni, mengundang Marching Band SMAS Frater Don Bosco Lewoleba. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Ricko Wawo

TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA-Dua tahun berturut 2020 sampai 2021 tak bisa menyaksikan  semarak perayaan HUT Kemerdekaan RI, Rabu 17 Agustus 2022  menjadi kesempatan meluapkan kegembiraan yang tertunda bagi  masyarakat Desa Lodotokowoa, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata. 

Memperingati HUT kemerdekaan diadakan turnamen voli putra dan putri antardusun. Juara satu voli putra diraih Dusun Tepaledan. Juara dua Dusun Ledobolo, juara tiga Dusun Tepalewu, juara empat SMPN 5 Pelita Jaya dan urutan kelima Dusun Nobobuto. 

Kelompok  voli putri Dusun Tepalewu juara pertama disusul Dusun Tepaledan, Dusun Nobobuto,  Ledobolo dan urutan kelima SMPN 5 Pelita Jaya. 

Semarak kemerdekaan semakin lengkap di desa yang letaknya di atas bukit ini. Kades Lodotokowoa, Yohanes Lewan Leni mengundang drum band SMAS Frater Don Bosco Lewoleba. Kehadiran  mereka menambah antusias seluruh masyarakat mengikuti apel bendera yang digelar di embung desa.

Baca juga: Korban Bencana Seroja di Waimatan Lembata Bangkit di Hari Kemerdekaan

Yohanes Leni, mengatakan perayaan kemerdekaan diadakan di embung agar di lokasi tersebut masyarakat desa dapat menikmati suara khas drum band. 

Niat menghibur masyarakat direncanakan sejak lima tahun lalu. Realisasinya hampir terwujud tiga tahun setelahnya. Karena Covid-19, maka rencana itu dibatalkan. 

"Pada bulan Juni, dua bulan lalu, saya kontak langsung Fr. Norbert. Kami berbincang rencana yang diagendakan sejak lima tahun lalu. Namun baru terealisasi tahun ini", ujar kades dua periode ini. 

Kegiatan kemerdekaan dua tahun sebelum tidak dirayakan semeriah tahun ini. Undangan terbatas hanya melibatkan perangkat desa, tokoh pendidik, tokoh adat, dan karang taruna.

Baca juga: Pemda Lembata Tak Punya Uang, Pelabuhan Lewoleba Diserahkan ke Pemerintah Pusat

"Karena sesuai protokol kesehatan, kami tidak mengundang masyarakat umum dan melibatkan mereka dalam kerumunan besar', imbuhnya. 

Untuk mewujudkan kembali yang sudah pernah tertunda, pada tahun ini kepala desa dua periode itu mengundang drum band.

Tidak hanya drum band yang dirangkaikan dalam kegiatan apel kemerdekaan, sehari sebelumnya diadakan malam kesenian. Kolaborasi menyukseskan kegiatan malam kesenian  melibatkan SDK St. Paulus, PAUD Taman Seminari St. Wihelmus Lodoblolong, dan  SDN Lodotodokowa, SMPN 5 Lebatukan dan sanggar desa. 

Dilibatkannya siswa dan siswi asuhan Yayasan Don Bosco Perwakilan Lembata, jelas Yohanes, untuk mendorong motivasi anak-anak desa untuk memupuk bakat dan kemampuan mereka.

Baca juga: Penyerang Persebata Lembata Direkrut Tim Popnas NTT

"Saya tahu kualitas anak-anak Smater. Saya berterima kasih karena seluruh peserta didik yang hadir sejak Selasa, 16 Agustus 2022 hingga hari kemerdekaan, memberikan hal-hal positif kepada masyarakat", jelas Yohanes. 

Ia juga menuturkan bahwa desa yang sudah dipimpinnya selama dua periode perlahan mulai berbenah. Pada periode pertama, Yohanes Leni sudah banyak membangun dalam bidang infrastruktur.  Pemenuhan insfratruktur menjadi syarat utama bagi masyarakat memobilisasi kebutuhan mereka. 

Dirinya juga membenahi embung desa. Dari penuturannya, embung desa sudah dibangun sejak tahun 1995. Namun,sebelum menjabat keberadaan embung desa tidak terawat. Setelah menjabat pada periode pertama, perlahan embung yang letaknya di tengah desa itu ikut berbenah. 

Kini embung desa semakin menarik. Menurut Yohanes, embung desa sudah bisa difungsikan sebagai spot wisata. Di sisi lain, embung yang sama untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Dalam area yang luas hampir satu hektar, dilengkapi lopo, lapangan voli, dan taman baca.

Baca juga: Nonton Film dari Kampung ke Kampung Langit Jingga Tawarkan Alternatif Pemajuan Kebudayaan Lembata

Tahun depan direncanakan di lokasi yang sama akan dibangun lapangan futsal dan lapangan voli putri.

Berita Lembata lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved