Berita NTT

Gubernur NTT Lapor Presiden Jokowi, Kuota Haji dan TNI Polri Dicapok Daerah Lain

Gubernur NTT,Viktor Laiskodat akan menemui Presiden Joko Widodo membicarakan jatah kuota haji serta anggota TNI dan Polri yang diambil daerah lain.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/IRFAN HOI
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat memberikan sambutan pada acara pesta perak Uskup Agung Kupang Mgr Petrus Turang Pr di gereja Santa Maria Assumpta Kota Kupang. Rabu 27 Juli 2022.  

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM,Irfan Hoi

TRIBUNFLORES.COM,KUPANG-Kuota haji hingga TNI/Polri untuk Provinsi NTT sering digunakan oleh orang yang bukan warga dari NTT. Imbasnya banyak warga NTT tidak terakomodir dalam program pemerintah di sektor seperti haji dan aparat keamanan. 

Gubernur NTT, Viktor Laiskodat menyampaikan ini saat menerima  audiensi dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama NTT dan jajarannya di ruang kerja Gubernur, Kamis 18 Agustus 2022.

Mantan anggota DPR RI itu akan membicarakan dengan presiden supaya kuota penetapan calon anggota Polri dan TNI supaya sungguh diisi oleh orang NTT. "Jangan orang dari daerah lain yang ambil jatah kuota dari NTT," sebutnya. 

Gubernur NTT  menginstruksikan Kakanwil Kemenag NTT, untuk segera melakukan pembenahan teknis tentang pengaturan kuota haji asal NTT.

Baca juga: Momen Haru Anak dan Remaja Disabilitas di Sumba Timur NTT Kibarkan Bendera Merah Putih

"Saya mendapat laporan dari salah satu ketua kloter  jemaah haji asal Nusa Tenggara Timur bahwa banyak jemaah haji asal NTT tidak bisa berbahasa Indonesia, pakai bahasa yang tidak dimengerti. Juga ditemukan kiriman  koper kosong dari Kupang yang diambil di Surabaya," kata Viktor. 

"Banyak jemaah haji di NTT  yang naik pesawat dari Surabaya. Pa kakanwil (Kakanwil Kemenag NTT,red), tolong cek hal ini secara serius. Hal-hal begini harus kita bersihkan dan benahi," ujarnya menambahkan. 

Wajar, jika kuota haji dari NTT itu diisi oleh orang yang sudah bermukim dan ikut membangun perekonomian NTT. Akan menjadi masalah jika jamaah haji yang diberangkatkan itu menggunakan kuota dari NTT. 

Calon jemaah haji NTT sudah berniat bertahun-tahun untuk berangkat ke tanah suci. Karena itu, masalah ini harus disampaikan ke Menteri dan Dirjen yang mengurusnya.

Baca juga: Momen Haru Anak dan Remaja Disabilitas di Sumba Timur NTT Kibarkan Bendera Merah Putih

Mengenai penetapan kuota dan syarat-syarat, memang menjadi tanggung jawab dan wewenang  pemerintah pusat. Namun kementerian agama provinsi harus juga aktif melakukan verifikasi dan tidak hanya berpatokan pada pemenuhan syarat administrasi.

"Saya minta pa kakanwil untuk berkoordinasi dengan pemerintah kota Kupang dan dinas kependudukan catatan sipil untuk lakukan verifikasi faktual di lapangan. Cek KTP nya dan tinggal di mana di kota Kupang. Ini jadi dasar laporan dan bukti kita ke Menteri Agama. Tidak perlu takut untuk lakukan pembenahan, saya dukung penuh untuk ini. Sesudah itu koordinasikan juga ke bupati di seluruh NTT untuk lakukan verifikasi faktual di lapangan untuk tahu apakah jemaah haji yang sudah berangkat itu benar menetap di NTT atau tidak. Ini yang terakhir supaya tahun depan kuota haji NTT betul-betul diisi oleh penduduk yang sungguh menetap di NTT," jelas Gubernur Viktor.

Kepala Kantor Kementerian Agama NTT, Reginaldus Saferinus Serang menyatakan akan segera berkoordinasi dengan pemerintah kota dan dinas kependudukan dan catatan sipil untuk melakukan verifikasi faktual di lapangan terkait jemaah haji asal NTT yang sudah  berangkat tahun 2022 ini.

"Kami memang hanya berpatokan pada syarat administrasi yang telah ditetapkan yakni KTP. Kami berjanji akan menindaklanjuti arahan bapak Gubernur ini," ujar Regi Serang.

Baca juga: Gubernur NTT Viktor Laiskodat Bilang Kuota Haji NTT Diisi Jemaah dari Daerah Lain

Untuk diketahui kuota jemaah haji untuk Provinsi NTT tahun ini adalah sebanyak 305 orang.

Berita NTT lainnya

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved