Berita Sikka

Tekad Perbaiki Kehidupan Rumah Tangga, Empat Keluarga Asal Sikka Transmigrasi ke Kabupaten Mamasa

Empat kepala keluarga transmigran asal Kabupaten Sikka, Provinsi NTT memutuskan pindah penduduk ke Kabupaten Mamasa,  Provinsi Sulawesi Barat. 

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/PAULUS KEBELEN
Para transmigran asal Sikka yang hendak berangkat ke Sulawesi Barat berada di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sikka, Sabtu 20 Agustus 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paulus Kebelen

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE-Empat kepala keluarga (KK) transmigran asal Kabupaten Sikka, Provinsi NTT memutuskan pindah penduduk ke Kabupaten Mamasa,  Provinsi Sulawesi Barat.  Keempat transmigran itu adalah Robertus Ruben, Anselmus Goleng, Yanuarius Nong, dan Blasius Balik membawaserta anggota keluarga.

Keputusan pindah diamini pemerintah Provinsi NTT yang menyediakan empat kuota transmigrasi. Keberangkatan mereka difasilitasi oleh Diskopnakertrans NTT.

Robertus Ruben, warga Kelurahan Hewuli mengatakan, selama melakoni pekerjaan sebagai tukang ojek belum bisa menunjang kebutuhan ekonomi keluarga.

"Saya, istri, dan anak memilih pindah karena disana sudah disiapkan tempat tinggal dan lahan gratis," katanya.

Baca juga: Kapolsek Waigete dan Bripka Soalihin Tanam Bawang Bersama Warga Nebe Sikka

Ia mengaku mendapat informasi kuota transmigran dari Disnakertrans Sikka. Ruben langsung mendaftar setelah mendapat persetujuan istri dan empat anaknya.

"Saya juga ajak anak perempuan sulung yang sudah bersuami. Kami semua jalan sama-sama," katanya sambil menenteng barang bawaan menuju Bandar Udara Frans Seda Maumere, Sabtu 19 Agusutus 2022.

Anselmus Goleng, petani lahan gandeng asal Desa Wuliwutik, Kecamatan Nita, mengatakan omset usaha tani tiga bulan sekali pasang surut, ditambah hasilnya dibagi dua dengan pemilik lahan.

"Tanam sayuran tapi orang punya lahan, kami sepakat hasilnya bagi dua. Bisa dapat  Rp 2 juta, tapi panen setiap tiga bulan sekali," bebernya.

Baca juga: Momen Kebersamaan Dandim dan Kapolres Sikka, Gowes Ceria Keliling Kota Maumere

Ia memilih pindah penduduk untuk merubah nasib keluarga dengan bertani di lahan gratis yang sudah disiapkan negara.

Pengakuan serupa juga terendus dari bibir Yanuarius Nong Siga. Ia ikut mendaftar setelah diajak ayah mertua, Robertus Ruben.

"Saya ikut bersama mertua. Kami semua sepakat ke tempat tinggal baru," kata pemuda berusia kurang lebih 23 tahun itu.

Kepala Bidang Dinas Koperasi Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskopnakertrans) NTT, Wayan Subrata, menerangkan semua biaya transportasi transmigran ditanggung Pemerintah Provinsi NTT.

Baca juga: Empat Keluarga Transmigran Sikka dapat Lahan 2 Hektar dan Rumah di Mamasa,Sulawesi Barat

"Masing-masing kepala keluarga juga diberikan rumah dan lahan seluas dua hektar. Tapi sebelum memperoleh hasil sendiri, mereka mendapatkan bantuan program Catu Pangan yang menyedikan kebutuhan sembako,"ucapnya.

Dikatakannya, Kepala Dinas Kopnakertrans NTT saat ini sudah berada di Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat untuk menunggu kedatangan transmigran asal Sikka.

Berita Sikka lainnya

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved