Berita Sikka

Kisah Haimar, Napi Kasus Bom Ikan di Sikka Janji Tidak Ulangi Perbuatannya

Pasalnya, selama satu tahun enam bulan, Haimar, nara pidana (Napi) asal Parumaan ini mendekam dalam Rutan Kelas II B Maumere akibat tindak pidana meng

TRIBUNFLORES.COM/ARIS NINU
BEBAS. Haimar, nelayan asal Desa Parumaan, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka bertemu Karutan Maumere sebelum kembali ke rumahnya setelah dinyatakan bebas, Senin 22 Agustus 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Aris Ninu

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Haimar, warga Desa Parumaan, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka tampak bahagia. Bapak dua anak ini bisa menghirup udara segar.

Pasalnya, selama satu tahun enam bulan, Haimar, nara pidana (Napi) asal Parumaan ini mendekam dalam Rutan Kelas II B Maumere akibat tindak pidana menggunakan bahan peledak saat melaut.

Haimar, warga binaan pemasyarakatan kepada TribunFlores.Com di Rutan Maumere, Senin, 22 Agustus 2022 siang mengisahkan, pada tahun 2021 lalu ia harus berurusan dengan aparat penegak hukum karena melaut memakai bahan peledak.

Perbuatannya memakai bahan peledak menggiring harus ditangkap dan ditahan guna mempertanggungjawab perbuatannya.

Baca juga: Warga Binaan Rutan Maumere Diperlakukan Seperti di Keluarga Sendiri

 

Proses hukum ia jalani dari tingkat kepolisian, kejaksaan, pengadilan hingga mendekam di rumah tahanan negara.

Satu tahun enam bulan vonis Hakim PN Maumere membuat Haimar harus kuat dan menerima buah dari perbuatannya.

Selama menjalani hukuman, Haimar menunjukkan perilaku yang baik dan pada, Senin, 22 Agustus 2022 hukuman atas tindakannya telah ia jalani.

Puji Syukur di hari yang berahmat itu, Haimar bisa kembali ke rumahnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved