Berita Manggarai Barat

Pria Asal Ende Selundupkan 1,5 Ton Solar Ditangkap Polsek Lembor Manggarai Barat

Kepolisian Sektor Lembor menyerahkan terduga penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar ke Polres Manggarai Barat.

Editor: Egy Moa
DOK.HUMAS POLRES MABAR
Suasana penyerahan terduga pelaku penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar ke Polres Manggarai Barat (Mabar), Selasa 23 Agustus 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM,Gecio Viana

TRIBUNFLORES.COM,LABUAN BAJO-Kepolisian Sektor Lembor menyerahkan terduga penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar ke Polres Manggarai Barat (Mabar), Selasa 23 Agustus 2022.

Terduga pelaku berinisial Ali Imran alias ALI (56) diserahkan beserta barang bukti solar sebanyak 1,5 ton dan 1 unit mobil pikap.

"Kita sudah serahkan terduga pelaku dan barang bukti ke Polres Mabar, guna ditindaklanjuti oleh unit Tipiter Satuan Reskrim,” kata Kapolres Mabar, AKBP Felli Hermanto, melalui Kapolsek Lembor, Ipda Leonardo Marpaung. 

Dikatakannya terduga pelaku dan barang bukti tersebut diamankan oleh anggota piket Polsek Lembor pada Senin 22 Agustus 2022 sekira pukul 18.50 Wita di jalur Trans Flores, tepatnya di Malawatar, Kelurahan Tangge, Kecamatan Lembor.

Baca juga: Dua Warga Manggarai Barat Tersangka Judi Online 

“Dua personil piket saat itu melakukan patroli dan menemukan satu unit mobil carry warna biru dengan nomor Polisi EB 8259 AM yang diduga bermuatan BBM jenis solar, kemudian petugas menghentikan mobil tersebut dan setelah dilakukan pemeriksaan ternyata benar mobil tersebut memuat BBM bersubsidi jenis solar tanpa dilengkapi dokumen yang lengkap,” beber Kapolsek Lembor. 

Dari hasil interogasi, lanjut Ipda Marpaung, diketahui pengemudi sekaligus pemilik BBM beridentitas Ali Imran alias ALI (56) asal Kabupaten Ende. 

Modus operandi dari terduga pelaku, jelas Ipda Marpaung menambahkan, terduga pelaku untuk mengelabuhi petugas, jeriken diletakkan di bagian dek dasar pikap, jeriken disusun bertingkat dua dan ditutupi dengan terpal kemudian terduga pelaku menyusun box ikan yang biasa dipakai oleh mobil pengangkut ikan antarkabupaten. 

“Terduga pelaku mencoba mengelabui petugas, seolah-olah yang dimuat oleh pelaku adalah box ikan. Namun kita mampu menggagalkan cara kerja terduga pelaku,” tambah Ipda Marpaung.

Baca juga: Pulau Gili Lawa Taman Nasional Komodo di Labuan Bajo Manggarai Barat Terbakar

Modus lain dari pelaku adalah membeli BBM bersubsidi di Kabupaten Ende menggunakan surat rekomendasi dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Ende, selanjutnya terduga pelaku menampung di rumahnya, kemudian BBM tersebut dibawa ke Labuan Bajo untuk dijual kepada pemesan.

Tujuan terduga pelaku dan barang bukti diserahkan ke Polres, Ipda Marpaung mengatakan, ada kasus-kasus tertentu Polsek tidak memiliki kewenangan untuk melakukan proses penyidikan.

“Terkait pidana khusus seperti ini, Polsek tidak punya kewenangan untuk melakukan proses penyidikan, ada unit tertentu yang memiliki melakukan proses penyidikan, yang juga memiliki kewenangan untuk melakukan pemeriksaan kepada saksi ahli dari BPH Migas,” katanya. 

Terduga pelaku dapat dijerat menggunakan pasal 55 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dengan ancaman hukuman pidana 6 tahun penjara dan denda sebesar Rp 60 miliar. 

Berita Manggarai Barat lainnya


 


 
 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved