Berita Sikka

Dosen UNIPA Indonesia di Maumere Bilang Menjadi Dosen adalah Sebuah Panggilan

Begitulah yang dikatakan Alfian Harbiyanto S.Sos.,M.Si, dosen program studi ilmu komunikasi Universitas Nusa Nipa (Unipa) Indonesia.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM / HO - ALFIAN
CERITA - Alfian Harbiyanto S.Sos.,M.Si, dosen program studi ilmu komunikasi Universitas Nusa Nipa (Unipa) Indonesia menceritakan pengalamannya menjadi seorang dosen di ruang kerjanya pada Selasa 23 Agustus 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Nofri Fuka

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Bergelut sebagai seorang dosen adalah sebuah panggilan batin, disamping untuk mencerdaskan putra-putri bangsa juga menjadi rekan kerja (partner) Allah, dimana Allah dan perintah-Nya menjadi motivasi dan alasan sekaligus tujuan utama di dalam pengajaran.

Begitulah yang dikatakan Alfian Harbiyanto S.Sos.,M.Si, dosen program studi ilmu komunikasi Universitas Nusa Nipa (Unipa) Indonesia.

Setelah bergabung bersama kampus orange sejak 2014, pria kelahiran Ujung Pandang, 8 April 1985 itu mengaku menikmati profesinya menjadi dosen.

Baca juga: Peningkatan Ekonomi Melalui Sektor Pariwisata, Camat Magepanda : Kita Harus Punya Brand Sendiri

 

“Panggilan ini bukan sekedar panggilan biasa dalam arti panggilan jiwa atau passion atau panggilan sekedar melihat adanya kebutuhan dari sebuah lingkungan. Panggilan di sini adalah panggilan untuk mencerdaskan generasi bangsa,” tutur Alfian begitu ia akrab disapa.

Ilmu komunikasi Unipa memiliki dua peminatan yakni jurnalistik dan public relation yang akan diambil mahasiswa pada semester 6.

Alfian mengampuh mata kuliah dasar dari semester 1 hingga 4. Hal ini cukup beralasan mengingat latar belakang pendidikannya yang adalah jebolan S1 Administrasi Negara Universitas Indonesia Timur dan S2 Administrasi Pemerintahan Daerah Universitas Indonesia Timur.

Dikatakannya latar belakang pendidikannya tidak membuatnya berkecil hati untuk menjadi seorang dosen Ilmu Komunikasi, kerena menurutnya selagi memiliki kompetisi yang memadai dan memenuhi syarat siapa saja dapat menjadi dosen.

“Untuk menjadi dosen tidak selamanya harus lulusan dari bidang keilmuan yang dimaksud. Semuanya bisa menjadi dosen selagi memiliki kompetensi dan memenuhi syarat,” jelas ayah 2 anak ini.

Baca juga: Kisah Haimar, Napi Kasus Bom Ikan di Sikka Janji Tidak Ulangi Perbuatannya

Lebih jauh pria asal Desa Blataatin, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka ini menerangkan akan melanjutkan pendidikannya ke jenjang selanjutnya (S3) di bidang Ilmu Komunikasi agar dapat menyesuaikan dengan tuntutan jabatan dan profesinya.

“Unipa saat ini juga semakin maju dan semakin berkembang dengan pesat, untuk itu kami sebagai dosen juga harus terus belajar dan berinovasi agar dapat menyesuaikan dengan perkembangan yang ada,” pungkasnya. (Cr1)

Berita Sikka lainnya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved