Berita Lembata

Dolorosa Sinaga Perancang Patung Anton Tifaona,Bikin Patung Presiden Soekarno di Aljazair

Forum Pahlawan Nasional (Forpalnas) Lembata dan pemerintah daerah akan membangun ulang tugu Simpang Lima Wangatoa di Kota Lewoleba.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/RICKO WAWO
Seniman patung Dolorosa Sinaga (kiri berdiri) memaparkan konsep pendirian patung Anton Enga Tifaona di Aula Anto Enga Tifaona, Kota Lewoleba, Kamis, 25 Agustus 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, RICKO WAWO

TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA-Forum Pahlawan Nasional (Forpalnas) Lembata dan pemerintah daerah akan membangun ulang tugu Simpang Lima Wangatoa di Kota Lewoleba. Dalam rancangannya, tugu di tengah Kota Lewoleba itu akan didedikasikan kepada putera Lembata Brigjen Pol (Purn) Anton Enga Tifaona dengan menempatkan patungnya di Simpang Lima Wangatoa. 

Untuk tujuan ini, keluarga Anton Enga Tifaona pun mendatangkan seniman atau pematung kawakan Indonesia, Dolorosa Sinaga.

Dalam Seminar Nasional bertajuk 'Matahari dari Timur,' di Kota Lewoleba, Kamis, 25 Agustus 2022, pematung asal  Sumatera Utara memaparkan konsep penataan Simpang Lima Wangatoa dan pembangunan patung sosok seorang Anton Enga Tifaona. 

Secara pribadi, Dolorosa merasa bangga menjadi bagian dari semangat keluarga menjadikan Anton Enga Tifaona sebagai pahlawan nasional.

Baca juga: El Tari Cup Lembata 2022 Panitia Undang Menpora Hadir Buka, Surat Undangan Sudah Dikirim

Di Simpang Lima Wangatoa, dia dan tim arsiteknya sudah merancang kawasan seluas 1.100 meter tersebut menjadi sebuah plaza dan monumen Anton Enga Tifaona. 

Plaza sendiri berukuran 536 meter dengan total tinggi patung 9 meter. Di sekitarnya, akan ditanami pohon Pelawan. 

Dolorosa jamin dia akan membuat monumen terbaik sosok Anton Enga Tifaona kepada masyarakat Lembata. 

"Seni patung sangat besar perannya dalam hidup manusia sejak awal peradaban manusia. Dia jadi medium komunikasi. Seni patung sebagai medium yang sangat penting karena dia menghidupkan ingatan kita, membawa kita pada sejarah masa lalu, sumber inspirasi dan dari penghargaan itu kita bisa menata masa depan lebih baik," paparnya.

Baca juga: Bedah Rumah di Sikka, Lembata dan Flores Timur, Melky Mekeng Harapkan Rakyat Miliki Hunian Layak

Dolorosa Sinaga sudah malang melintang di dunia seni patung di Indonesia. Dilansir dari berbagai sumber, Dolorosa lulus dari Fakultas Seni Rupa di ​Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (LPKJ) pada 1977 kini dikenal dengan nama  Institut Kesenian Jakarta (IKJ). 

Pada 1980 Dolorosa melanjutkan pendidikannya di St. Martins School of Art, London. Kembali ke Indonesia, dia aktif mengajar di IKJ sampai hari ini. Pernah menjadi Dekan Fakultas Senirupa IKJ dari tahun 1992 – 2000, Ketua Senat Fakultas Seni Rupa 2008 – 2016. Menjadi salah satu anggota Presidium Rektorat IKJ pada tahun 2001 – 2003.  

Ia mengikuti beragam pendidikan singkat di Amerika Serikat, mempelajari teknik mencetak manusia life size di San Francisco Art Institute, teknik membangun pengecoran perunggu di Fakultas Teknik Maryland Universitas, mempelajari teknik pengecoran perunggu tercanggih dan pewarnaan logam perunggu di Piero’s Art Foundry, Berkeley, mempelajari teknik pembesaran patung dengan membuat model dari medium styrofoam di Ringling School of Art, Tampa, Florida. Diundang untuk mengikuti Sculpture Symposium di Malaysia, Yugoslavia, Vietnam dan Italia. 

Karya-karya Dolorosa memperlihatkan kepeduliannya pada isu sosial dan budaya, seperti keimanan, krisis, solidaritas, multikulturalisme, perjuangan perempuan, dan HAM. Salah satu karyanya yang terkenal adalah patung perempuan bergandengan tangan berjudul 'Solidaritas' yang ada di Kantor Komnas Perempuan. Dia juga membuat patung Eduard Douwes Dekker atau Multatuli di Rangkasbitung, Banten dan monumen Presiden Soekarno di Aljazair. 

Berita Lembata lainnya

 


 
 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved