Breaking News:

Berita Sikka

Warga Sebut Gelora Samador Maumere Tak Terawat, BPKAD Sikka Keluhkan Ketiadaan Anggaran Perawatan

Letaknya berada persis di jantung Kota Maumere itu jadi sasaran aksi vandalisme orang tak dikenal. Banyak coretan piloks mengotori pagar tembok.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/PAULUS KEBELEN
STADION-Gelanggan Olahraga (Gelora) Samador Maumere di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Kamis 25 Agustus 2022. Tampak tulisan di pintu masuk dan tembok stadion. Aksi vandalisme masih saja terjadi di Kota Maumere, Sikka, Flores, NTT. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paulus Kebelen

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Sejumlah warga Kota Maumere mengaku prihatin dengan kondisi stadion olahraga Gelora Samador di Kabupaten Sikka yang sudah tak terawat bahkan jadi tempat peliharaan ternak.

Mereka menilai bahwa ini adalah bagian dari ketidakseriusan pemerintah untuk mengurus Gelora Samador Maumere.

"Kalau dulu lebih bagus karena masih terawat. Sekarang sudah tidak bagus lagi karena banyak orang pelihara kambing di dalam," kata seorang pria berkulit sawo matang saat duduk di salah satu tempat kuliner belakang Gelora Samador.

Pantauan TRIBUNFLORES.COM, Kamis 25 Agustus 2022, bagian dalam stadion tampak memprihatinkan, lantaran banyak sampah berserakan dan tumbuh rumput liar.

Baca juga: Eksekutor Ibu dan Anak Divonis Hukuman Mati Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kupang

 

Tampak dalam stadion tempat ikat hewan ternak seperti kambing, sapi, dan kuda.

Letaknya berada persis di jantung Kota Maumere itu jadi sasaran aksi vandalisme orang tak dikenal. Banyak coretan piloks mengotori pagar tembok baik di luar maupun dalam lapangan.

Sementara itu, Kepala Bidang Aset Daerah Sikka, Johanis Marianto Ressi, mengakui kondisi fisik Gelora Samador sudah tak terawat kendati berada dalam tanggung jawab Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sikka.

"Gelora Samador memang tanggung jawab BPKAD setelah sebelumnya dikelola Dinas PKO. Kita mengakui bahwa kondisi saat ini agak tidak terawat," ujar Johanis di ruangan kerjanya.

Baca juga: Kades Watumilok Terpilih Bilang 100 Hari Kerja Atasi Masalah Air Bersih

Johanis menyebut kendala serius yang dihadapi hingga saat ini adalah terbatasnya biaya perawatan.

"Kita kesulitan dengan biaya perawatan. Semua orang tentu berharap bahwa pemanfaatan dan pengelolaannya akan lebih baik," katanya.

Sampai saat ini, lanjut dia, pemanfaatan sudah mulai dilakukan dengan melibatkan sejumlah pedagang yang nenjajakan kuliner di bagian belakang gelora.

"Baru mulai di bagian belakang untuk dimanfaatkan menjadi tempat kuliher sehingga ada aktivitas," ucap Johanis.

Berita Sikka lainnya

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved