Berita Sikka

Cerita Mayelus Dori Bastian dari Jurnalis Menjadi Dosen Unipa Indonesia di Maumere Sikka

Manyelus Dori Bastian merupakan dosen jurusan komunikasi Universitas Nusa Nipa (Unipa) Indonesia di Maumere, Kabupaten Sikka, Flores, NTT.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/HO-BASTIAN
CERITA- Mayelus Dori Bastian menceritkan tentang pengalaman dari jurnalis menjadi dosen saat ditemui TRIBUNFLORES.COM di Unipa Indonesia yang terletak di Jalan. Kesehatan Maumere, Kelurahan Beru, Kecamatan Alok, Kamis, 25 Agustus 2022 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Manyelus Dori Bastian merupakan dosen jurusan komunikasi Universitas Nusa Nipa (Unipa) Indonesia di Maumere, Kabupaten Sikka, Flores, NTT.

Manyelus Dori Bastian merupakan mantan Jurnalis Pos Kupang yang kemudian beralih profesi menjadi dosen.

Manyelus Dori Bastian yang sempat menjadi Jurnalis Pos Kupang selama 2 tahun dan kemudian mendapatkan kesempatan untuk bergabung bersama Universitas Nusa Nipa (Unipa) Indonesia untuk menjadi tenaga pendidik.

Dirinya mengawali karier jurnalisnya sejak tahun 2006 dimana dia masih di bangku perkuliahan saat mengambil S1 Ilmu Komunasi di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yokyakarta.

“Waktu itu saya mulai menulis tajuk rubrik Muda di majalah Suluh, Interfaith Magazine, yang berada di bawah naungan Forum Persaudaraan Umat Beriman (FPUB) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),” jelas Bastian begitulah ia akrab disapa saat ditemui TRIBUNFLORES.COM Kamis 25 Agustus 2022.

Baca juga: Terpidana Korupsi di DKP Lembata Diciduk Kejaksaan Agung

 

Semasa kuliah ia memang tertarik untuk menjadi seorang jurnalis. Impiannya sederhana, yakni dapat berpergian ke mana - mana dengan mudah dan dapat bertemu dengan pejabat publik dengan begitu mudah ketika sudah menyandang profesi jurnalis.

Setelah menyelesaikan studi S1 nya pada tahun 2008, Bastian kemudian mengikuti seleksi menjadi Wartawan Pos Kupang dan diterima. Ia bekerja sebagai wartawan Harian Umum Pos Kupang di lingkup Provinsi NTT selama 2 tahun.

Tak hanya di Pos Kupang, tulisannya juga sering dimuat di salah satu tabloid terbaik di Nusa Tenggara Timur (NTT) masa itu yakni Spirit NTT.

“Seperti impian saya, saya akhirnya dengan begitu muda bertemu dengan para pejabat publik daerah hingga tingkat nasional bahkan Presiden RI. Itu menjadi kebanggaan tersendiri saat menjadi jurnalis,” tuturnya ketika ditemui TRIBUNFLORES.COM di ruang kerjanya, Kamis, 25 Agustus 2022.

Baca juga: Simon Sada Bilang Siswa SMKN 1 Wulanggitang Masuk Kategori Sekolah Tersehat di Flores Timur

Berselang 2 tahun menjadi jurnalis, ia memutuskan untuk kembali ke kota kelahirannya, Maumere tepatnya pada tahun 2010 dan melamar menjadi Dosen Ilmu Komunikasi di Unipa Indonesia yang berbasis di Kota Maumere, Kabupaten Sikka itu.

Berkat pengalaman menjadi jurnalis yang cukup ia pun diterima menjadi dosen hingga saat ini dan mengampu mata kulia peminatan jurnalistik di program studi ilmu komunikasi.

Selama menjadi dosen ada banyak pengalaman berharga yang didapatkan. Salah satunya adalah bisa terus berkomunikasi dan menjalin kedekatan dengan mahasiswa milenial yang jauh lebih kritis dan lebih melek terhadap teknologi. 

“Sebagai dosen yang mengambil bidang keilmuan di dunia komunikasi, saya tentunya memiliki PR besar di era digital seperti sekarang untuk memberikan pemahaman mengenai proses akses informasi dari internet yang super mudah dan tidak sedikit yang merupakan berita rekayasa atau hoaks,” jelas dia.

Tak hanya itu pria kelahiran 11 Mei 1984 ini juga telah menyelesaikan S2 Manajemen Komunikasi nya di Universitas Gajah Mada Yogyakarta dan banyak menduduki posisi penting di Unipa Indonesia seperti menjadi Kepala Program Studi Ilmu Kominikasi sejak tahun 2015 hingga 2021 dan saat ini menjabat sebagai Wakil Dekan Fakultas Ilmu - Ilmu Sosial.

Baca juga: Kisah Guru Honorer di Sikka, Buka Bengkel Tambal Ban Usai Pulang Sekolah

Lebih jauh Bastian membeberkan meskipun telah menjadi dosen ia tetap aktif menulis dengan membantu devisi humas Unipa Indonesia dalam penulisan berita ketika ada kegiatan - kegiatan.

Menurutnya Menjadi jurnalis dan dosen memiliki tugas yang sama yakni mewartakan kebenaran sesuai fakta yang ada.

Dia berharap kepada mahasiswanya agar ketika menjadi seorang jurnalis harus menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan memberitakan segala sesuatu secara faktual.

Berita Sikka lainnya.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved