Berita Sikka

Kisah Guru Honorer di Sikka, Buka Bengkel Tambal Ban Usai Pulang Sekolah

Usaha tambal ban ini dibuka pada siang hari sedangkan pagi hari dia ke sekolah untuk menjalankan tugasnya sebagai guru di SMP San Karlos Habi.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/ALBERT AQUINALDO
TAMBAL BAN - Eus de Verno, guru honorer di SMP San Karlos Habi, Desa Habi, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka sedang memperbaiki ban salah satu kendaraan roda dua milik pelanggan, Kamis 25 Agustus 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Eus de Verno merupakan guru honorer yang saat ini mengajar di SMP San Karlos Habi, Desa Habi, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Flores, NTT.

Guna menambah penghasilan untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga kecilnya, Eus harus memutar otak dengan mencari pekerjaan tambahan yakni dengan membuka usaha tambal ban di lahan di sekitar rumahnya.

Ditemui TribunFlores.Com, Kamis 25 Agustus 2022 sore mengungkapkan usaha tambal ban ini sebenarnya sudah dilakoninya sejak beberapa tahun lalu namun berhenti karena alasan tertentu yang tidak disebutkan Eus.

Baca juga: 26 Jenis Kosmetik Ilegal Beredar di Pasar Reo Manggarai,Tanggal Kadaluarsa Dihapus Penjual

 

"Baru dua bulan belakangan ini baru saya mulai buka lagi," ungkap Eus.

Usaha tambal ban ini dibuka pada siang hari sedangkan pagi hari dia ke sekolah untuk menjalankan tugasnya sebagai guru di SMP San Karlos Habi.

"Pagi sampai siang saya ke sekolah, pulang sekolah baru saya buka sampai malam sekitar jam 11," tutur Eus.

Alasan dia bekerja sambilan sebagai tukang tambal ban karena menurut dia tidak bisa seorang guru honorer seperti dirinya hanya mengandalkan gaji sebagai guru honorer.

"Dan ini lumayan untuk menambah penghasilan saya untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarga, ya namanya usaha jadi kadang dapat penghasilan kadang tidak ada sama sekali," ujar Eus yang saat itu sambil memperbaiki salah satu pelanggan.

Baca juga: Kepolisian Tangkap Perjudian, DPRD NTT Ingatkan Jangan Tumpul Ke Atas Tajam ke Bawah

Selain untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, Eus juga harus membayar angsuran pinjaman di salah satu bank di Kota Maumere karena pada saat membuka usaha tambal ban, dia mengajukan permohonan pinjaman untuk membeli peralatan dan perlengkapan tambal ban.

Penghasilan dari usaha sampingan sebagai tukang tambal ban juga tidak tetap, tergantung dari pelanggan yang datang.

Penghasilan yang diperoleh Eus berkisar dari Rp 20.000 sampai Rp 50.000/hari.

Harapan Eus dan guru honorer lainnya tentu saja sama yakni semoga pemerintah bisa memperhatikan nasib dan kesejahteraan para guru honorer.

Berita Sikka lainnya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved