Berita Sikka

Nenek Usia 100 Tahun Lebih di Sikka Ini Masih Rajin Bekerja dan Berdoa Rosario

Nenek Kristina Lehan sudah berusia 100 Tahun Lebih di Sikka. Nenek Kristina Masih Rajin Bekerja dan Berdoa Rosario di Sikka, Flores, NTT.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/ALBERT AQUINALDO
NENEK USIA SATU ABAD-Nenek Kristina Lehan yang berusia 100 tahun 26 hari sedang menggoreng jagung menggunakan periuk tanah di halaman rumahnya di Desa Habi, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Kamis 25 Agustus 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paulus Kebelen

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Meski telah menginjak usia 100 tahun 25 hari, nenek Kristina Lehan masih sanggup beraktivitas layaknya wanita lansia sehat umumnya.

Di usia lebih dari satu abad itu, nenek Kristina masih bisa memanen asam di kebun untuk dijual ke para pengepul.

Pekerjaan tersebut menjadi rutinitasnya setiap hari selain memasak dan membuat olahan makanan lokal.

Nenek Kristina mempunyai enam anak laki-laki dan tiga perempuan.

Baca juga: Dosen Universitas Bina Nusantara Jatuh Cinta dengan Nagekeo, Siap Kerjasama Kembangkan Pariwisata

 

Anaknya yang ketujuh sudah lebih dulu menghadap sang khalik. Suami Kristina juga telah meninggal puluhan tahun lalu.

Seiring dengan kulitnya yang keriput, pendengaran Kristina semakin sulit menyaring suara. Lawan bicara harus berdengung cukup kencang saat bercerita dengannya.

Meski begitu, nenek Kristina masih telaten bekerja. Mulai dari memasak, membersihkan rumah, bahkan memanen komoditi bisa dikerjakan seorang diri tanpa merepotkan orang lain.

"Sekarang musim asam, setiap pagi mama pergi pilih asam lalu pulang dia sendiri yang bersihkan," ujar Inde, anak nomor enam nenek Kristina yang bekerja sebagai seorang guru di TKK Primantari, Kamis 25 Agustus 2022.

Inde mengatakan, sang ibunda tidak bisa berdiam diri lantaran sudah terbiasa bekerja sejak kecil sampai bersuami dan memiliki anak.

Baca juga: Polisi Tangkap Ibu Rumah Tangga di Kampung Sambi Kota Komba Matim, Diduga Bandar Kupon Putih

Selain tipikal pekerja, nenek Kristina juga rajin berdoa rosario. Ia melantunkan doa rosario dari pembukaan hingga penutup menggunakan bahasa daerah Sikka.

Selama memanjatkan doa, kata Inde, sang ibunda memainkan manik-manik kontas sampai selesai mendaraskan permohonan kepada Tuhan agar keluarganya diberikan rejeki dan kesehatan.

"Mama masih fasih berdoa tapi pakai bahasa daerah. Berbicara masih lancar, mata mama juga masih sehat. Dulu kami kecil, mama cerita kalau matanya sehat karena sering makan sayur kelor," tuturnya.

Berita Sikka

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved