Berita Manggarai Timur

Remaja Matim Derita Paha Bengkak Minta Uluran Tangan Biaya Pengobatan

Sudah empat bulan,seorang pelajar kelas 2 SMP asal Kampung Padang Kisol,Kecamatan Kota Komba, Manggarai Timur menderita paha bengkak.

Editor: Egy Moa
ISTIMEWA
Marvelinus Sarong, remaja asal Kisol, Kabupaten Manggarai Timur menderita bengkak di paha, Selasa 30 Agustus 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo

TRIBUNFLORES.COM,BORONG-Seorang pelajar SMP kelas 2, Marvelinus Sarong (13) asal Kampung Padang Kisol, Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur menderita bengkak pada paha kaki sebelah kiri. 

Anak dari Pilipus Reonaldus Sarong dan Maria Asri Maya menderita penyakit bengkak di paha sudah empat bulan lamanya. Kini bengkak di pahanya kirinya kian membesar. 

Pahanya terus membengkak membuat kedua orang tua serta keluarga dan tetangga cemas. Mereka berniat mendapatkan perawatan di rumah sakit yang lebih lengkap, namun terkendala ekonomi mereka terbatas alias tidak mampu. 

Filipus Reonaldus Sarong, kepada TRIBUNFLORES.COM, Selasa 30 Agustus 2022 menuturkan, anaknya menderita sakit bengkak di paha sejak empat bulan yang lalu.

Baca juga: Aksi Kemanusiaan Polsek Sambi Rampas Manggarai Timur Jenguk Pasien Disabilitas di Puskesmas Pota

Dua kali, mereka membawa Marvelinus untuk melakukan pemeriksaan di RSUD dr Ben Mboi Ruteng. Dari dua kali periksa oleh dokter didiagnosa bahwa anak mereka menderita bengkak di paha akibat perselisihan tulang lutut. 

"Anak Marvelinus menderita pembengkakan di kaki sejak dari empat bulan yang lalu.  Pada bulan lalu kami bawa untuk pemeriksaan di rumah sakit di Ruteng dan sudah dua kali pergi ke rumah sakit untuk rontgen dan dari hasil rontgen dokter bahwa adanya perselisihan tulang lutut, sehingga terjadi pembengkakan, tapi bengkak nya di paha,"tutur Filipus. 

Filipus mengatakan, dokter juga memberikan obat dan juga menyarankan mereka untuk melakukan pengobatan secara tradisional/obat kampung. 

"Mereka kasih obat, dan saat itu dokter bilang nanti kalau bagaimana coba tes rawat obat kampung dulu. Dan atas saran itu kami juga sudah melakukan pengobatan kampung, namun bukan bengkaknya menurun, malah makin besar,"terangnya.

Baca juga: BPPW NTT Bangun Lima SD di Manggarai Timur, Bupati Pesan Rawat Bangunan 

Dikatakan Filipus,  mereka menginginkan agar Marvelinus bisa berobat di rumah sakit yang lebih memadai, namun terkendala biaya, sebab secara ekonomi keduanya tidak mampu. 

"Kami sangat berharap agar anak kami ini bisa segera berobat di rumah sakit yang memadai fasilitasnya, tetapi karena terkendala biaya karena kami punya ekonomi tidak mampu,"ujarnya.

Mereka memohon dukungan doa dan ukuran tangan  pemerintah maupun orang-orang yang mempunyai kepedulian terhadap anak mereka, sehingga Marvelinus bisa segera dibawa untuk berobat dengan harapan segera sembuh. 
 

Berita Manggarai Timur lainnya
 
 
 
 
 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved