Berita Lembata

Delapan Bulan KBM di Emperan Gedung,Murid SDI Ilowutung Nikmati Ruang yang Disegel Tukang 

Para guru SDI Ilowutung Lembata akhirnya menyajikan KBM kepada murid di dalam ruangan setelah gedung sekolah itu dibuka segelnya oleh tukang bangunan.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/RICKO WAWO
Murid SDI Ilowutung di Desa Lamalela, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) di dalam gedung baru sekolah tersebut. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Ricko Wawo

TRIBUNFLORES.COM,Lewoleba-Para guru dan murid SDI Ilowutung  di Desa Lamalela, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata akhirnya bisa melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) di dalam gedung baru sekolah tersebut.

Padahal sejak awal tahun 2022, para guru dan siswa mengjalani KBM di emperan kelas karena gedung sekolah itu disegel oleh para tukang. Kontraktor yang merehab gedung sekolah tersebut belum membayar lunas upah tukang dengan total senilai Rp 73 juta lebih.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata Anselmus Bahi, mengatakan para tukang sudah membuka segel sekolah beberapa waktu lalu.

Rupanya, menurut dia, setelah pemberitaan di beberapa media, kontraktor berinisiatif membayar upah para tukang. Saat ini, para tukang sedang menunggu pembayaran upah tahap akhir Rp 3 juta lebih yang rencananya akan dilunasi pada 1 September 2022.

Baca juga: Izin Tambang Galian C di Lembata Perlu Diperbaharui

Para guru dan siswa pun sudah bisa menggunakan ruang kelas di gedung sekolah yang baru direhab tersebut.

Kepala SDI Ilowutung Yosep Ado Tereng, mengatakan segel sekolah dibuka oleh para tukang pada hari Sabtu yang lalu setelah sudah ada transaksi pembayaran upah tukang yang selama ini jadi sebab persoalan tersebut.

“Hari Sabtu kami mulai menata ruangan kelas ini dan baru kemarin kami mulai kegiatan belajar mengajar di sini,” ujar Yosep saat ditemui di SDI Ilowutung, Senin, 30 Agustus 2022.

Yosep merasa lega dan terharu karena akhirnya gedung sekolah yang baru bisa dimanfaatkan oleh 31 murid dan 8 guru yang mengajar di sana.

Baca juga: DPRD Lembata Dorong Pemda Selidiki Mafia BBM

“Hari pertama saya masuk ke dalam kelas, saya rasa air mata mau gugur karena selama ini anak-anak di luar begitu sengsara. Tapi sekarang bisa nikmati gedung yang bagus,” katanya.

Dari informasi yang dihimpun, gedung sekolah SDI Ilowutung di Kecamatan Lebatukan itu dikerjakan menggunakan dana dari APBN tahun 2020.

Nomenklatur pekerjaannya adalah rehab rekon yang kemudian dibagi ke dalam dua bagian yakni proyek Lembata I dan Lembata II. Kegiatan rehab rekon SDI Ilowutung yang  bermasalah itu masuk dalam proyek Lembata II.

Pekerjaan itu bersumber dari APBN tahun anggaran 2020 pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang disalurkan melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya, Balai Prasarana Pemukiman Wilayah NTT.

Baca juga: Perseftim Boyong 23 Pemain ke Turnamen El Tari Momorial Cup di Lembata, Nama dan Asal Klubnya 

Catatan Tribun Flores, kasus serupa juga terjadi di  SD Inpres Atalojo, SDI Paulolo dan SDI Ile Kimok di Kecamatan Atadei. Para tukang bangunan menyegel gedung sekolah yang mereka kerjakan karena upah mereka belum lunas dibayar oleh kontraktor. Kepala Dinas Pendidikan Anselmus Bahi pun harus turun tangan untuk menuntaskan persoalan di tiga sekolah tersebut. 

Berita Lembata lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved