Harga BBM Naik

Kenaikan BBM, SPBU Bolowolon Maumere Tunggu Putusan Pertamina

Berkembangnya isu kenaikan harga BBM yang mulai mewabah di tengah masyarakat, pada beberapa pekan lalu.

Penulis: Hilarius Ninu | Editor: Hilarius Ninu
TRIBUN FLORES.COM/AMAR OLA KEDA
SUASANA DI SPBU DI LARANTUKA, KABUPATEN FLORES TIMUR 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Nofri Fuka

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Baru baru ini publik dihebohkan dengan isu kenaikan harga BBM yang sejatinya akan diberlakukan pada Kamis 1 September 2022.

Berkembangnya isu kenaikan harga BBM yang mulai mewabah di tengah masyarakat, pada beberapa pekan lalu, tak jarang mendapat tanggapan beragam dari masyarakat.

Kali ini tanggapan dilontarkan oleh salah satu warga asal Sikka, Narsunul, yang berprofesi sebagai  nelayan di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka. Ia mengaku akan mengalami kerugian kalau harga BBM Naik.

Ditemui, Sabtu 21 Agustus 2022 lalu, Ia bahkan kuatir kalau kenaikan ini bisa membuatnya kesulitan mendapat BBM dan tidak bisa melaut.

Baca juga: Realisasi APBN di Manggarai Raya dan Ngada Dorong Pertumbuhan Perekonomian Nasional

 

Akan tetapi Narsunul yakin pemerintah akan memperhatikan nasib nelayan.

“Kalau pendapat saya BBM baik pertalite dan solar naik pasti kami tambah rugi. Kami melaut butuh solar banyak. Kalau naik harus perhatikan juga nasib nelayan. BBM naik pasti harga ikan juga naik. Maka itu, kami nelayan ikut saja. BBM bagi kami harus ada biar kami pergi melaut,” ujar Narsunul ketika ditemui TRIBUNFLO-RES.COM di Nangahale, Kecamatan Talibura.

Ia mengisahkan, BBM naik tentunya akan memicu kebutuhan lain bisa juga mengalami kenaikan.

Oleh karena itu, sebagai nelayan pemerintah harus memperhatikan kebutuhan orang kurang mampu.

Merespon tanggapan dari warga terkait isu kenaikan harga BBM, Pengawas SPBU Bolowolon, Peter menjelaskan kalau soal harga semua keputusan akan disampaikan sepenuhnya oleh pihak Pertamina atau dari pusat.

Baca juga: Petugas Rutan Gagalkan Upaya Penyelundupan Miras Masuk Rutan Larantuka di Flores Timur

"Kami hanya sebagai pengecer yang bekerjasama dengan penjual untuk mendistribusikan minyak ke pembeli, kalau soal harga memang itu dari pusat yang tentukan," katanya.

Namun, Peter menjelaskan, sejauh ini kenaikan harga BBM hanyalah sekedar isu dan belum terealisasi.

"Saya tunggu dari tadi malam jam 12. Dengan maksud supaya kalau harganya naik, saya bisa sesuaikan di sini juga namun tunggu sampai tengah malam juga belum dapat telepon atau ada info masuk kenaikan harga BBM," kata Peter.

Tak lupa juga Peter menyampaikan kepada masyarakat bahwa, kenaikan harga BBM bukan wewenang pihak SPBU dan ia juga berharap masyarakat bersabar.

"Kadang warga mengeluh tapi kita tidak bisa buat apa-apa karena itu buka wewenang kita. Kita hanya mendistribusikan barang terutama minyak untuk para pembeli," jelasnya.

Syukur bahwa, sejauh ini kebutuhan minyak dan ketersediaannya di SPBU tetap ada sehingga tak menimbulkan kemacetan saat pengisian BBM. (Cr1)

Berita Harga BBM Lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved