Harga BBM Naik

Nelayan di Sikka Tak Melaut karena Bahan Bakar Mahal, Ical: Kalau Paksa Kami Rugi

Ia menuturkan saat ini ia mendapatkan ikan dari Kabupaten Flores Timur, lantaran disana ikan masih bisa didapatkan dengan nilai beli yang rendah.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM / MARIA MANGKUNG
NELAYAN TAK MELAUT - Ical salah satu warga yang berprofesi sebagai nelayan asal Kelurahan Kampung Buton, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka sedang menyampaikan aspirasinya, Senin 5 September 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Ria Mangkung

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik Sabtu 3 September 2022.

Harga BBM naik berdampak pada semua sektor kehidupan termasuk nelayan.

Ical seorang warga yang berprofesi sebagai nelayan asal Kelurahan Kampung Buton, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka.

Ical mengatakan kepada TribunFlores.com, Senin 5 September 2022, sejak kenaikan harga BBM di umumkan, ia dan para nelayan lainnya sudah dua hari tidak melaut.

Baca juga: Harga BBM Naik, Aris Bilang Tarif Travel Maumere-Bajawa Masih Normal Rp 200 Ribu Per Orang

 

"Kalau paksa melaut pasti kami rugi," jawab Ical.

Ia menuturkan saat ini ia mendapatkan ikan dari Kabupaten Flores Timur, lantaran disana ikan masih bisa didapatkan dengan nilai beli yang rendah.

"Saat ini kami masih beli dari Larantuka. Harga ikan perbox 300 ribu rupiah," ucap Ical.

Walaupun harga ikan murah dan masih bisa didapat, namun tarif bahan bakar sangat berpengaruh terhadap jumlah pemasukan bagi para nelayan di Sikka.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved