Berita Sikka

Cerita Bernad Kelen Pelukis Hebat Asal Desa Bloro di Sikka Flores

Tidak hanya bisa melukis ayah satu anak ini juga menguasai seni patung dan seni ukir. Tidak diragukan karena ia pernah mengenyam kuliah seni rupa.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/KRISTIN ADAL
SENIMAN - Bernard Kelen, seniman asal Desa Bloro, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, saat berada di galeri Klean Kirek, Senin, 5 September 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Kristin Adal

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), Bernad Kelen (39) sudah mencintai seni lukis.

Walaupun hanya memiliki media kertas dari buku tulis sebagai wadah untuk melukis.

Namun ia juga belajar dari sosok almarhum ibunya yang juga seorang penenun. Menurutnya darah seninya diturunkan dari sang ibu.

" Ibu saya bisa membuat sektsa untuk motif, meramu warna untuk benang kain tenun. Bakat melukis saya diwariskan dari ibu," ucap Bernad sambil menunjukkan lukisannya kepada TRIBUNFLORES.COM, Senin 5 September 2022.

Baca juga: Warga Kerumun di TKP Kebakaran Rumah di Kota Maumere, Tim Pemadam Kebakaran Sigap Padamkan Api

 

Pria berambut gimbal panjang ini mengasah bakat dalam dunia seni lukis di Bali. Ia berkuliah selama tiga tahun di sebuah universitas swasta mengambil seni rupa namun tidak selesai. Kemudian memutuskan pulang kampungnya di Desa Bloro, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka.

Setiap hasil lukisannya merepresentasikan kehidupan sosial dan budaya orang Sikka. Seperti lukisan wanita sedang menenun, wanita memintal benang, pria menyabung ayam, anak-anak kampung yang memainkan meriam bambu dan lainnya.

Mayoritas lukisan yang ia pajang di Galeri Kelan Kirek, beraliran realisme. Untuk diketahui aliran realisme adalah aliran seni lukis yang melukiskan hal-hal dalam kehidupan sehari-hari seperti aslinya dan tampak.

Namun, Bernard mengatakan, setiap penikmat seni memiliki interpretasinya sendiri. Lukisannya pernah dibeli oleh pelancong asal Prancis. Awalnya ia berikan untuk buah tangan tetapi ia tidak menyangka pelancong asal Prancis menghargai lukisannya dengan harga Rp 20 juta.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved