Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Harian Katolik Kamis 8 September 2022, Santa Perawan Maria Melahirkan Penebus Kita

Renungan Harian Katolik Hari Ini, Kita memohon Bunda Maria dan Santo Arnodus Janssen, pendiri Serikat Sabda Allah, untuk selalu mendoakan kita. Amen.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/HO-PATER FREDY
Pater Fredy Jehadin,SVD dari Novisiat SVD, Kuwu, Manggarai, Ruteng, Flores NTT. Simak Renungan Harian Katolik Kamis 8 September 2022, St. Perawan Maria Melahirkan Penebus Kita 

Oleh: Pater Fredy Jehadin,SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUEMERE - Simak Renungan Harian Katolik Kamis 8 September 2022.

Tema Renungan Harian Katolik yaitu Santa Perawan Maria Lahir Untuk Melahirkan Penebus Kita!

Diketahui hari ini pesta kelahiran santa Perawan Maria.

Baca juga: Bacaan Injil Katolik Hari Ini Kamis 8 September 2022 Lengkap dengan Mazmur Tanggapan

 

BACAAN PERTAMA:

Mikha 5: 1 - 4a


INJIL MATIUS

1: 1 - 16. 18 - 23

Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya, Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram, Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon, Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria, Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa, Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia, Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia, Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia, Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel. Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel, Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor, Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud, Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibuNya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umatNya dari dosa mereka." Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" — yang berarti: Allah menyertai kita.

Demikianlah Sabda Tuhan

U: Terpujilah Kristus

Baca juga: Renungan Harian Katolik Hari Ini Kamis 8 September 2022, Menjadi Rekan Kerja Allah

SIRAMAN ROHANI

Tema: Santa Perawan Maria Lahir Untuk Melahirkan Penebus Kita!

Matius 1.1-16.18-23
 
Saudara-saudari …. Hari ini Gereja Katolik merayakan Pesta kelahiran Santa Perawan Maria. Dia lahir untuk melahirkan Putera Allah. Santa Maria sudah disiapkan khusus oleh Tuhan untuk menjadi Bunda Penebus kita, yaitu Yesus Kristus. Gereja mengajarkan bahwa Allah menjanjikan seorang Penebus bagi umat manusia. Penebus itu adalah AnakNya sendiri. Untuk maksud luhur itu Allah membutuhkan kerjasama antara Allah dan manusia. Allah membutuhkan seorang perempuan untuk mengandung dan melahirkan AnakNya. Kebenaran iman ini dikatakan oleh Santo Paulus dalam suratnya kepada umat di Galatia: “…setelah tiba waktunya, maka Allah mengutus AnakNya, yang dilahirkan dari seorang Perempuan…(Gal 4: 4) Perempuan itu adalah Maria, seorang Puteri keturunan Abraham. Gereja mengajarkan bahwa Maria telah ditentukan Allah sedari kekal untuk mengandung dan melahirkan AnakNya. Untuk itu, ia suci sejak lahirnya dan dikandung tanpa noda dosa asal. Dalam konteks pengakuan iman inilah, Gereja merasa perlu menentukan hari khusus, yaitu 8 September untuk merayakan perisitiwa kelahiran Maria. Maria dilahirkan ke dunia ini oleh Santa Ana. Kemudian Santa Maria melahirkan Yesus Kristus, Putera Allah ke dunia untuk menebus umat manusia. Lewat Santa Perawan Maria, Allah yang tidak kelihatan kini kelihatan; Allah yang tidak bisa disentuh, kini bisa disentuh. Tuhan yang hadir dalam diri Yesus Kristus sudah mengajar begitu banyak umat manusia dan mengajak orang yang percaya untuk meneruskan karya keselamatanNya.

Pater Arnoldus Janssen menanggapi permintaan Yesus. Karena itu, pada tanggal 8 September 1875, 147 tahun yang lalu, ia mendirikan satu konggregasi misi, khusus untuk menyiapkan misionaris untuk bekerja di daerah-daerah yang belum mengenal Kristus. Puji Tuhan sekarang anggota dari konggregasi ini bekerja di banyak negara. Konggregasi ini dilahirkan agar bisa melahirkan anggota umat Allah yang baru. Kita berdoa semoga lewat pelayanan mereka hati Yesus hidup dalam hati semua orang.

Marilah saudara-saudari… Kita berdoa semoga teladan hidup Bunda Maria selalu menjiwai semangat hidup kita. Dan semoga lewat kesaksian hidup kita lahirlah banyak anggota baru yang mengimani Kristus dengan demikian hati Yesus hidup dalam hati banyak orang.

Kita memohon Bunda Maria dan Santo Arnodus Janssen, pendiri Serikat Sabda Allah, untuk selalu mendoakan kita. Amen.

Renungan Katolik lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved