Info Pasar

Warga Maumere Senang Harga Bawang Stabil Meski Harga BBM Naik

Pasalnya, setelah hawatir harga bumbu dapur ikut naik menyusul kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), namun warga menemukan hal sebaliknya.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/PAULUS KEBELEN
PEDAGANG BAWANG- Aktivitas jual beli antara pedagang bawang dan pelanggan di Pasar Alok Sikka, Rabu 7 September 2022 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paulus Kebelen

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Warga Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Pulau Flores tampak gembira saat membeli bawang merah dan putih di Pasar Alok Sikka, Rabu 7 September 2022.

Pasalnya, setelah khawatir harga bumbu dapur ikut naik menyusul kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), namun warga menemukan hal sebaliknya.

Maria Sumiati (35), warga setempat mengaku gembira harga bawang merah dan putih masih stabil kurang lebih sebulan terakhir.

"Mudah-mudahan harganya tetap stabil seperti ini. BBM boleh naik tapi jangan sampai mempengaruhi bahan pokok," katanya saat berbelanja.

Baca juga: Bantu Pembangunan Gereja St. Maria Perumnas Maumere, OMK Gelar Festival Band Antar Remaja

 

Nona Irna (47), warga lain juga tak kalah gembira. Ia mengaku dua bulan lalu sempat kewalahan lantaran harga bawang melonjak hingga Rp 50.000 per kilogram.

"Beberapa bulan lalu mahal sekali. Saya hanya beli satu sampai dua kumpul saja," katanya.

Ia berharap bukan hanya harga bawang yang masih stabil, namun kebutuhan sembako lainnya pun ikut turun, termasuk harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang saat ini menuai protes.

"Semoag besok lusa harga BBM turun. Kalau terus naik maka pasti harga sembako ikut naik," harapnya.

Terkait rencana pedagang menaikan harga, lanjut dia, bukan masalah besar asalkan disesuaikan dengan kemampuan pembeli. Ia juga hawatir jika pedagang mengalami kerugian.

"Mereka cari uang jadi kalau mau naikan harga juga tidak apa-apa. Yang penting jangan terlalu mahal," tutur Nona.

Baca juga: Cerita Bernad Kelen Pelukis Hebat Asal Desa Bloro di Sikka Flores

Sementara Jek Risek (42), pedagang bawang menuturkan, setelah menyimak informasi soal kenaikan BBM, pihaknya sedang berencana menaikan harga meski stok bawang membanjir.

Ia akan mengajak pegadang lain agar menaikan harga secara bersamaan. Meski rentang waktu belum ditentukan, sambung Yanto, namun hal itu harus dilakukan agar tidak mengalami kerugian.

"Pasti akan naik tapi melalui kesepakatan bersama. Saya hawatir jika harga terus turun maka akan rugi," tandasnya.

Berita Sikka lainnya

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved