Gubernur NTT Kunjungi Flores

Gubernur NTT Bilang BLT akan Menambah Angka Kemiskinan, akan Sampaikan Langsung ke Presiden Jokowi

Ia meminta semua bupati memanggil para kepala desa di kabupaten masing-masing agar merumuskan kebijakan BLT yang nantinya akan direvisi ke Pemerintah.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/PAULUS KEBELEN
SAMBUTAN-Gubernur NTT, Viktor Bungtilu memberikan sambutan dalam kegiatan GNPIP di Aula Lantai Tiga Kantor Bupati Sikka, Minggu 11 September 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paul Kebelen

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, menyebutkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) hanya menambah angka kemiskinan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT).

Statement itu dia sampaikan saat menghadiri kegiatan high level metting Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan Daerah (GNPIP) di Aula Lantai Tiga Kantor Bupati Sikka, Minggu 11 September 2022.

Menurut Gubernur Viktor, banyak keputusan Pemerintah Pusat yang tidak bisa diberlakukan di NTT, termasuk soal kebijakan BLT sebesar 40 persen yang menurutnya menambah angka kemiskinan.

"Saya menyadari betul bahwa ada keputusan-keputusan Pemerintah Pusat yang tidak bisa kita ikut semua. Orang miskin yang seharusnya 10 orang, tetapi karena kebijakan 40 persen maka naik jadi 15 orang. Bantuan bukan mengurangi orang miskin, tapi menambah orang miskin," ujarnya dihadapan para bupati sedaratan Pulau Flores, Lembata, dan Alor.

Baca juga: Pemain Senior Perse Ende Gagal Penalti, Marsel Buat Gol Indah Untuk PSKK, El Tari Memorial Cup 2022

 

Ia memastikan tidak ada satu desa yang angka kemiskinan mencapai 40 persen. Namun karena kebijakan, maka penerima bantuan akan ditambahkan menjadi 40 persen.

"Pasti ada kabupaten atau desa yang tidak sampai 40 persen orang miskin, tapi karena disuruh 40 persen, maka ditambahlah BLT menjadi 40 persen," tandasnya.

Sebagai orang nomor satu NTT, Viktor akan menyampaikan langsung ke Presiden Joko Widodo agar menggunakan sisa anggaran BLT untuk pemberdayaan tanaman komoditas pertanian mengatasi inflasi pangan daerah.

"Saya bisa tanggung jawab kalau orang miskin itu hanya sekian. Jadi kedepan kami ingin merubah. Jadi sisa anggaran akan diberdayakan kepada cabai, tomat, bawang," katanya.

Ia meminta semua bupati memanggil para kepala desa di kabupaten masing-masing agar merumuskan kebijakan BLT yang nantinya akan direvisi ke Pemerintah Pusat.

Baca juga: Persami Mania Tiba di Lembata Dukung Persami Maumere Lawan Persematim di El Tari Memorial Cup 2022

"Bupati nanti tolong panggil para kepala desa dan rumuskan semua. Saya akan sampaikan ke Presiden dan Wakil Presiden agar ini bisa direvisi untuk kita bisa menuju pemberdayaan," jelasnya.

Masyarakat NTT, lanjut dia, jika terus dimanjakan dengan bantuan langsung tunai maka akan malas bekerja. Ia tak mau mental warganya hanya bergantung pada bantuan pemerintah.

"Kalau setiap tahun kasih kelompok miskin maka mereka nanti terbiasa. Nanti kalau dia punya anak, dia akan ajarkan anaknya tidak usah jadi orang tapi cukup mendaftarkan diri jadi kekuarga miskin," tandas dia disusus gelak tawa dan tepuk tangan audiens.

Untuk diketahui, kegiatan GNPIP dihadiri anggota DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat, para bupati sedaratan Flores, Lembata, dan Alor, Kejari Sikka, Kapolres Sikka, Dandim 1603 Sikka, para camat dan kepala desa se-Kabupaten Sikka.

Berita Gubernur NTT Lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved