Berita Sikka

Harga Air Bersih di Maumere Naik Rp 20.000-Rp 30.000 Pertangki

Kenaikan harga bahan bakar minyak yang diumumkan pemerinah pusat awal bulan ini berdampak luas terhadap kenaikan harga barang kebutuhan lainnya.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/PAULUS KEBELEN
Aktivitas para sopir di tempat pengisian air wilayah Penerangan, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Senin 12 September 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paul Kebelen

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE-Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berdampak besar terhadap kenaikan harga-harga barang kebutuhan lainnya.

Di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, pasca pengumuman kenaikan harga BBM, berbagai harga barang lainnya menyusul naik. Satu diantaranya  penjualan  air bersih menggunakan tangki. Para penyedia jasa angkutan tangki air bersih menaikkan tarif  antara Rp 20.000-Rp 30.000 per tangki.

Benediktus Weti (38) sopir mobil tangki air mengatakan sudah menetapkan harga baru pasca pemerintah pusat resmi mengumumkan kenaikan BBM jenis perlite, solar, danpPertamax non subsidi.

"Kami tetapkan harga setelah dua hari BBM naik. Kalau antar dari Maumere ke Nita itu Rp 180.000 per tangki dari harga sebelumnya Rp 150.000 per tangki," ujarnya kepada wartawan, Senin 12 September 2022.

Baca juga: Bupati Se Daratan Flores, Lembata, Alor Hadapi Inflasi Daerah, Bupati Sikka Dorong Geliat UMKM

Ia mengatakan, harga yang ditetapkan sangat bergantung pada jarak. Jika jarak semakin jauh ditambah kondisi jalan menantang, maka harganya akan lebih tinggi. Selain itu, jarak tempat penampung pembeli dengan mobil tangki. Semakin panjang selang penyalur yang digunakan maka harganya bertambah mahal.

"Kita lihat jarak, kondisi jalan dan berapa meter selang air yang kita pakai. Harganya tergantung. Nanti kita minta biaya tambahan," jelasnya.

Alexander, sopir air lain mengaku harga air untuk wilayah Kota Maumere Rp 100.000 sampai Rp 110.000 per tangki. Sementara wilayah Kecamatan Nele harganya Rp 130.000 sampai Rp 150.000 per tangki.

"Naik Rp 15.000 sampai Rp 30.000. Memang tergantung medan dan resiko," kata Alexander.

Baca juga: Meriahkan HUT ke-77 TNI, Kodim Sikka Adakan Turnamen Futsal dan Bola Voli di Gelora Samador Maumere

Menurut dia, dalam sehari bisa menghabiskan puluhan liter solar dengan estimasi biaya sebesar Rp 300.000. Biaya bahan bakar tersebut naik signifikan dari sebelumnya hanya Rp 170.000 sampai Rp 200.000 sehari.

"Satu hari itu kami antar lima sampai delapan kali, rutenya tergantung. Kami keliling Kabupaten Sikka. Harga BBM sudah naik jadi kami juga ikut kasih naik harga air. Menyangkut biaya solar semakin tinggi," katanya.

Untuk diketahui, pasca pemerintah pusat resmi menaikan harga BBM jenis pertalite,solar, dan pertamax non subsidi, telah memantik reaksi semua sopir angkutan umum dan elemen mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Sikka. Mereka menolak kenaikan harga BBM dan mendesak Bupati Sikka segera menetapkan tarif angkutan sementara.

Berita Sikka lainnya

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved