Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Harian Katolik Senin 12 September 2022 Pekan Biasa XXIV, Iman dan Rendah Hati

Tema Renungan Harian Katolik Senin 12 September 2022 yaitu Iman Dan Rendah Hati Membuahkan Keselamatan Dan Kebahagiaan. Renungan Harian Katolik.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/HO-PATER FREDY
Pater Fredy Jehadin,SVD dari Novisiat SVD, Kuwu, Manggarai, Ruteng, Flores NTT. Renungan Harian Katolik Senin 12 September 2022 Pekan Biasa XXIV, Iman dan Rendah Hati . 

Oleh: Pater Fredy Jehadin, SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Simak Renungan Harian Katolik Senin 12 September 2022.

Tema Renungan Harian Katolik Senin 12 September 2022 yaitu Iman Dan Rendah Hati Membuahkan Keselamatan Dan Kebahagiaan

Renungan Harian Katolik Senin 12 September 2022 dibawakan oleh Pater Fredy Jehadin,SVD.

Baca juga: Bacaan Injil Katolik Hari Ini Senin 12 September 2022, Lengkap Mazmur Tanggapan dan Renungan Katolik

 

BACAAN PERTAMA: 1 Korintus 11: 17 - 26 dan INJIL LUKAS 7: 1 - 10

Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum. Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati. Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepadaNya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya. Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolonganNya, katanya: "Ia layak Engkau tolong, sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami." Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepadaNya: "Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepadaMu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya." Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!" Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.

Demikianlah Sabda Tuhan

U: Terpujilah Kristus

Baca juga: Bacaan Injil Katolik Hari Ini Senin 12 September 2022, Lengkap Mazmur Tanggapan dan Renungan Katolik

SIRAMAN ROHANI


Tema:
Iman Dan Rendah Hati Membuahkan Keselamatan Dan Kebahagiaan!

Lukas 7:1- 10
 
Saudara-saudari…kisah Injil hari ini sungguh menggerakkan iman dan kepercayaan kita. Seorang Perwira Roma, yang bukan dari keturunan Yahudi menyuruh tua-tua Yahudi untuk mendekati Yesus dan meminta Yesus untuk menyembuhkan hambanya. Menurut pengakuan para tua-tua Yahudi, ia adalah seorang perwira yang baik hati. Ia selalu membantu, membangun rumah ibadat agama Yahudi. Karena kebaikan hatinya, para tua-tua Yahudi pergi mendekati Yesus. Rekomendasi para tua-tua Yahudi ini sungguh meyakinkan Yesus, karena itu Yesus pergi bersama mereka menemui sang Perwira. Sewaktu Yesus sudah semakin dekat dari rumah sang Perwira, sang perwira mengirim utusannya kepada Yesus dan katakan kepadanya: “Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, sebab itu, aku juga menganggap diriku, tidak layak untuk datang kepadaMu. Tetapi katakanlah saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.” Lukas 7: 6.   Dari ungkapan pikiran dan hati sang perwira ini bisa diketahui keadaan hatinya. Dia sungguh rendah hati dan punya iman yang sangat luar biasa kepada Yesus. Ungkapan pikiran dan hatinya dipuji Yesus. Yesus heran dan berkata: “Di Israel pun iman sebesar itu belum pernah kujumpai.” Lukas 7: 9. Iman dan kerendahan hati sang Perwira membuahkan kesembuhan dan kebahagian bagi sang Hamba yang sakit dan bagi keluarga sang Perwira. Satu ajaran bagi kita untuk selalu rendah hati. Apa pun status kita, apa pun latarbelakang, kita harus selalu rendah hati dan percaya kepada sesama dan Tuhan. Rendah hati dan iman akan Allah selalu membuahkan kebahagiaan dan kesembuhan.
Ajaran Yesus Kristus hari ini juga mau mengingatkan kita akan relasi kita dengan sesama, secara khusus relasi kita dengan mereka yang bekerja untuk kita, relasi tuan dan hamba, pemimpin dan bawahan, majikan dan pekerja. Relasi yang mau ditonjolkan Injil hari ini adalah relasi atas dasar cinta. Sang Perwira, yang status sosialnya tinggi punya relasi yang sangat baik dengan hambanya. Dia sangat mencintai dan menghargai hambaNya. Hambanya tidak bisa menolomg dirinya sendiri; “ia sakit keras, hampir mati.” Lukas 7: 2. Cintanya terwujud dalam kata dan perbuatannya. “Ketika mendengar tentang Yesus, Ia menyuruh beberapa orangtua-tua Yahudi kepadaNya untuk meminta agar Yesus datang dan menyembuhkan hambanya.” Lukas 7: 3.     Usaha kerasnya membuahkan kebahagiaan dan kesembuhan bagi hambanya. Karena kebaikan yang sangat luar biasa dari sang Perwira ini, maka Yesus menjadikan sang Perwira ini contoh orang yang imannya besar.  Sampai saat ini, dalam perayaan Misa Kudus, ungkapan Perwira menjadi jawaban untuk persiapan Komunio: “Ya Tuhan, saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah maka saya akan sembuh!” Lukas 7: 7.

Saudara-saudari … Marilah ciptakan relasi yang baik dengan sesama, karena sesungguhnya kita semua saling membutuhkan. Ciptakanlah sikap rendah hati dalam berelasi dengan orang lain. Sikap rendah hati membuat orang lain merasa bebas dan tidak canggung mendekatkan diri kepada kita.

Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amen!

Renungan Katolik lainnya

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved