Berita Sikka

Pemerintah Sikka Tanggung Kesehatan 98 Persen Warga Miskin

Komitmen pemerintah Kabupaten Sikka terhadap kesehatan warga miskin kembali dibuktikannya dengan penandatanganan kerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/PAULUS KEBELEN
Pemerintah Kabupaten Sikka dan BPJS Kesehatan Cabang Maumere menandatangani kesepakatan membantu warga kurang mampu di rumah Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, Rabu 14 September 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paul Kebelen

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE-Pemerintah Kabupaten Sikka berkomitmen menanggung iuran kesehatan bagi warga miskin atau kurang mampu. Komitmen itu tercapai dengan pembubuhan tanda tangan perjanjian kerja bersama BPJS Cabang Maumere, Rabu malam 14 September 2022.

Kedua institusi melakukan kerja sama berdasarkan progres pencapaian Universal Healt Converage (UHC) atau sistem perawatan dan pelayanan kesehatan yang menjamin semua masyarakat, khususnya prioritas bagi warga kurang mampu.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo mengatakan, akses kesehatan bagi masyarakat saat ini mencapai 98 persen. Capaian ini diklaim sudah menyalip target Nasional pada tahun 2024 mendatang.

"Kabupaten Sikka sudah 98 persen. Kita di atas NTT dan Nasional. Tinggal sedikit lagi capai 100 persen," ujar Bupati Robi di rumahnya.

Baca juga: Tanam Kakao Ramah Lingkungan,Petani di Sikka Terima Bonus Premium Sertifikasi PT Cargil Indonesia

Ia menerangkan, pemerintah akan terus memaksimalkan kualitas pelayanan bagi masyarakat kurang mampu, bukan hanya jaminan kesehatan tetapi ketersediaan obat dan saranan pendukung.

Kepala BPJS Cabang Maumere, Arie Mayanugraha, mengapresiasi langkah Pemkab Sikka mengupayakan anggaran kesehatan sesuai cakupan sasaran UHC yang saat ini mencapai 98 persen.

"Komitmen UHC tentunya menyediakan anggaran, memastikan data valid sesuai cakupan 98 persen, dan meningkatkan fasilitas kesehatan berupa sarana dan prasarana," katanya.

Menurutnya, sampai saat ini masih banyak warga yang kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan karena terkendala biaya pengobatan.

Baca juga: PT Cargil Cocoa Ekspor Kakao Sikka ke Benua Eropa

"Tujuan pertama memang untuk masyarakat kurang mampu, yang sulit memiliki akses pelayanan kesehatan," ucapnya.

Ia mengatakan, data penerima jaminan sudah diakomodir ke dalam JKM. Warga yang masuk JKM sudah bisa mendapatkan pelayanan kesehatan.

"Kami sudah masukan ke dalam data JKM, saat itu juga kepesertaannya aktif. Yang bersangkutan sudah bisa mendapatkan pelayanan kesehatan," jelas Arie.

Pihaknya menyarankan agar pemerintah terus mengupdate data kelahiran dan kematian karena sangat berpengaruh terhadap tanggungan pembiayaan.

"Yang lahir dan meninggal selalu didatakan sehingga pemerintah daerah tidak tetap membayarkan yang meninggal," katanya.

Berita Sikka lainnya

 

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved