Dugaan Kasus Korupsi di Sikka

Ini Alasan Kontraktor Proyek Pembangunan Ruang Rawat Jalan Puskesmas Waigete Jadi Tersangka

Saat ditahan, tangan pria tersebut diborgol. Mengenakan celana panjang hitam dan baju kameja bagian dalam berwana putih.

Editor: Nofri Fuka
TRIBUNFLORES.COM/HO- KEJARI SIKKA
DITAHAN - Pria berinisial RDB ditahan oleh pihak Kejari Sikka terkait perkara kasus dugaan korupsi pembangunan Ruang Rawat Jalan Puskesmas Waigete Tahun Anggaran 2019. foto diambil pada Kamis 15 Septeember 2022. 

 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Kasus dugaan korupsi pembangunan Ruang Rawat Jalan Puskesmas Waigete Tahun 2019 lalu mulai terkuak.

Pada Kamis 15 September 2022, Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Sikka telah menetapkan tersangka dan melakukan penahanan terhadap RDB selaku Persero Komanditer atau Persero Diam CV Hesty Indah (pelaksana kegiatan) dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pembangunan Ruang Rawat Jalan Puskesmas Waigete Tahun Anggaran 2019.

Penahanan tersebut berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Sikka Nomor: Print4S/N.3.15/Fd.1/06/2022 tanggal 15 Juni 2022, dan berdasarkan 2 (dua) alat bukti yang disita.

Informasi yang diperoleh pria yang dijadikan tersangka dan diamankan di Rumah Tahanan Polres Sikka tersebut berambut gondrong (sampai dibahu) berinisial RDB berprofesi sebagai kontraktor. Foto yang beredar juga menunjukkan pria tersebut mengenakan rompi berwarna orange bertuliskan angka 03 pada bagian dada sebelah kanan.

Baca juga: Begini Alasan Kontraktor di Sikka Ditetapkan Sebagai Tersangka dan Ditahan Karena Dugaan Korupsi

 

Saat ditahan, tangan pria tersebut diborgol. Mengenakan celana panjang hitam dan baju kameja bagian dalam berwana putih.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Sikka, R. Ibrahim S.H, menjelaskan penahan RDB adalah untuk mempercepat proses penyelidikan.

"RDB selaku Persero Komanditer atau Persero Diam CV. Hesty Indah (pelaksana kegiatan), berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor : PRINT — 70/N.3.15/Fd.1/09/2022 untuk mempercepat proses penyidikan, serta berdasarkan Pasal 21 ayat (1) KUHAP ada kekhawatiran tersangka melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan/atau mengulangi tindak pidana," ujarnya.

Ibrahim mengatakan paket pekerjaan pembangunan Ruang Rawat Jalan Puskesmas Waigete nilai kontraknya sebesar Rp. 4.122.619.243,24 atau 4 Milyar lebih.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved