Kasus Penganiayaan di Sikka

Kades Nangahale Sedih Pria di Sikka Aniaya Anak Dibawah Umur, Sahanudin: Tubuh Korban Penuh Luka

Korban berjenis kelamin perempuan dan masih berusia enam tahun disiksa pelaku di dalam rumahnya hingga mendapat luka memar di dahi, tangan kiri.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM / ARIS NINU
BERI PENJELASAN - Kepala Desa (Kades) Nangahale, Sahanudin memberikan penjelasan kepada wartawan di Polres Sikka. Ia mengaku sedih karena pria di Desa Nangahale menganiaya anak perempuan yang masih usia dibawah umur. Kades Nangahale mendatangi Mapolres Sikka, Senin 19 September 2022, 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Aris Ninu

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Kepala Desa (Kades) Nangahale, Sahanudin mengaku awalnya ia tidak tahu dengan adanya kejadian kekerasan anak dibawah umur di desanya.

Namun ada warga yang melapor kepadanya kalau ada seorang anak selalu dianiaya oleh IB, warganya.

“Informasi yang saya peroleh itu, saya lalu minta bantuan Pospol Talibura. Saya dan anggota Pospol Talibura lalu mendatangi rumah IB. Saya mau pastikan. Saya lalu cek begitu sampai di rumah. Saya lihat korban ada di dalam rumah lalu tubuhnya penuh luka. Saya lalu bawa korban Nu ke Puskesmas Watubaing. Waktu itu, saya gerak cepat karena di luar warga sudah banyak. Saya tidak mau ada yang naik pitam dan melakukan perbuatan salah lagi. Maka itu saya lalu bawa korban ke Puskesmas Watubaing bersama anggota polisi. Saya saksikan dan lihat luka sangat menyedihkan. Dugaan saya ini bukan satu kali ia alami kekerasan,” kata Kades Sahanudin ketika ditemui TRIBUNFLORES.COM di Mapolres Sikka, Senin 19 September 2022 siang.

Baca juga: Kapolres Sikka Bilang Pelaku Penganiayaan Anak Dibawah Umur di Nangahale Diproses

 

Ia mengaku saat melihat korban penuh luka di dalam rumah hatinya langsung sedih.

“Saya prihatin dan kaget. Anak ini kenapa dibuat seperti ini. Saya tidak tunggu lama lagi. Saya lalu bawa anak ini biar dirawat cepat. Sekarang sudah berangsur pulih. Bapak pelaku masih berstatus kakak adik kandung. Bapak korban berstatus adik dan pelaku berstatus kakak. Saya tidak mau kejadian ini terulang lagi sehingga saya lapor polisi,” papar Kades Sahanudin.

Ia menuturkan, korban Nu duduk di bangku SD dan tinggal bersama IB di Nangahale.

“Tadi keluarga ada telepon mau urus damai. Saya bilang tidak bisa karena sudah lapor polisi. Saya minta diproses secara hukum. Sekarang ini, korban tinggal bersama saya. Kami akan awasi. Kalau kembali pun apakah ada jaminan perbuatan IB tidak terulangi. Mamanya di Malaysia lalu bapaknya juga merantau di Malaysia. Anak ini kembali tinggal di rumah pelaku siapa yang jamin kalau ia aman. Maka itu, saya minta diproses,” tegasnya.

Sebelumnya, seorang pria dewasa berinisial IB (31), warga Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, tega menganiaya keponakannya hingga mengalami luka memar, Kamis 15 September 2022.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved