Kasus Penganiayaan di Sikka

Kapolres Sikka Bilang Pelaku Penganiayaan Anak Dibawah Umur di Nangahale Diproses

“Untuk korban sudah dalam pengawasan Kades Nangahale. Korban sudah mulai pulih dan masih terus dirawat biar cepat sembuh,” paparnya.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM / ARIS NINU
BERI PENJELASAN - Kapolres Sikka, AKBP Filipe Nelson Dias Quintas memberikan penjelasan kepada wartawan terkait kasus penganiayaan terhadap anak dibawa umur oleh seorang pria di Nangahale, Kecamatan Talibura. Kapolres Sikka menegaskan kasus tersebut akan tetap diproses sesuai undang-undang yang berlaku, Selasa 20 September 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Aris Ninu

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Kapolres Sikka, AKBP Nelson Felipe Diaz Quintas melalui Kasie Humas, AKP Margono menegaskan, Penyidik PPA Polres Sikka akan tetap memroses kasus dugaan penganiayaan dan kekerasan anak dibawah umur yang terjadi Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka.

Polisi sudah bekerja dengan memeriksa saksi-saksi dan korban termasuk membuat visum atas luka yang dialami Nu, bocah berusia 6 tahun.

Nu diduga mengalami kekerasan fisik dari IB yang adalah kakak kandung dari ayahnya. Yang mana IB melakukan perbuatannya di rumah, Kamis, 15 September 2022 siang.

Baca juga: Hasil Babak 16 Besar El Tari Memorial Cup, Perse Ende Mantapkan Langkah ke Perempat Final

 

Atas kejadian itu, Kades Nanghale melaporkan apa yang dialami Nu ke Polsek Waigete.

“Kasusnya akan diproses. Saat ini, sedang ditangani. Ada upaya pihak keluarga mau melakukan upaya perdamaian tapi kami tolak. Kami akan proses sampai tuntas. Pelaku pun sudah kami amankan di Polsek Waigete,” tegas Margono saat dihubungi TRIBUNFLORES.COM di Maumere, Selasa, 20 September 2022 pagi.

Ia menjelaskan, langkah cepat polisi ini guna merespon laporan Kades Nangahale bersama warga agar tidak ada lagi kekerasan terhadap anak dibawah umur di desanya.

“Untuk korban sudah dalam pengawasan Kades Nangahale. Korban sudah mulai pulih dan masih terus dirawat biar cepat sembuh,” paparnya.

Ia mengungkapkan, pada Senin, 19 September 2022 ada beberapa saksi sudah dimintai keterangan oleh Penyidik PPA Polres Sikka agar dilakukan proses hukum dan penetapan tersangka.

Baca juga: Penemuan Jasad Bayi di Maumere, Keluarga Terduga Bilang Tak Lihat Tanda Kehamilan

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved