Berita NTT

LPA NTT Minta Polisi Terapkan UU TPKS kepada Calon Pendeta yang Diduga Cabuli 14 Anak di Alor

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTT, Veronika Ata mengatakan kekerasan seksual yang menimpa 14 orang patut dikecam. Pendeta Alor Gagahi 14 anak.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUN FLORES.COM
ILUSTRASI: Kasus Rudapaksa. Seorang Calon Pendeta di Alor NTT Diduga Cabuli 14 Anak. LPA NTT Minta Polisi Terapkan UU TPKS kepada Calon Pendeta yang Diduga Cabuli 14 Anak di Alor. 

TRIBUNFLORES.COM, KALABAHI - SAS, Seorang calon pendeta di NTT diduga mencabuli 14 anak di Kabupaten Alor.

Kini SAS disebutkan sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu.

SAS diketahui merupakan seorang vikaris atau calon pendeta Majelis Sinode GMIT.

Dari 14 orang anak, terdapat 10 anak masih dibawa umur, sedangkan empat orang merupakan kategori dewasa.

Baca juga: Pendeta Merry Kolimon Menangis saat Bertemu Orangtua Astri Manafe, Korban Pembunuhan RB di Kupang

 

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTT, Veronika Ata mengatakan kekerasan seksual yang menimpa 14 orang patut dikecam.

Sebab, ditengah perjuangan Pemerintah, masyarakat, aktivis LSM, dan berbagai stakeholders lainnya untuk menghentikan kekerasan seksual, justru terjadi banyak anak menjadi korban.

Demi perlindungan terhadap korban, maka anak-anak perlu mendapatkan layanan psikologis dan didampingi agar mereka memperoleh kekuatan dan pemulihan.

Anak-anak yang menjadi korban tersebut harus dilindungi identitasnya dan tidak persalahkan mereka.

"Kami mengecam kejahatan seksual yang terjadi pada 14 orang anak dan remaja ini apalagi oleh seorang vikaris," sebut Veronika, Senin 19 September 2022.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved