Penemuan Jasad Bayi di Sikka

Siswi Buang Bayi di Sikka Simpan Jasad Bayi dalam Kantong Plastik Sebelum Dibuang di Kali Mati

Saat dievakuasi polisi, kondisi bayi belum membiru dan masih ada tali pusat. Terdapat gumpalan ari-ari dan bercak darah membalut kepala dan badan.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/PAUL KEBELEN
TANGKAP TERDUGA PELAKU- Aparat Polres Sikka menangkap siswi berinisial KRL atas dugaan kasus buang bayi, Selasa 20 September 2022 malam. 

Nyoman menambahkan, meski KRL berstatus siswi kelas X namun tetap berurusan dengan hukum lantaran usianya sudah dewasa.

"Dia sudah dewasa, usianya 19 tahun. Kita belum bisa menentukan pasal berapa, dan Undang-Undang apa yang kita kenakan kepada yang bersangkutan," katanya.

Hingga saat ini, KRL masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Sikka. Terduga awalnya diperiksa dalam ruangan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Polisi Cari di Hutan

Sebelumnya, seorang siswi berinisial KRL alias N ditangkap aparat Polres Sikka.

N diciduk karena diduga membuang bayinya sendiri di Kali Mati, Kelurahan Nangameting, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Selasa 20 September 2022.

TKP PENEMUAN - Suasana di tempat kejadian perkara penemuan jasad bayi di Kali Mati Jalan Beringin RT 25 RW 02 Kelurahan Nangameting Kecamatan Alok Timur, Sabtu 17 September 2022 pagi.
TKP PENEMUAN - Suasana di tempat kejadian perkara penemuan jasad bayi di Kali Mati Jalan Beringin RT 25 RW 02 Kelurahan Nangameting Kecamatan Alok Timur, Sabtu 17 September 2022 pagi. (TRIBUNFLORES. COM/GORDI DONOFAN)

Berdasarkan informasi yang dihimpun TRIBUNFLORES.COM, KRL berusia 19 tahun duduk di bangku kelas X pada salah satu SMK dalam wilayah Kota Maumere.

Dia sempat melarikan diri kurang lebih tiga hari sebelum ditangkap tim Buser Sat Reskrim Polres Sikka.

Pantauan TRIBUNFLORES.COM, KRL turun dari mobil avanza silver memakai jaket biru muda dan sarung tenun. Wajahnya terbalut masker dibopong polisi masuk ruangan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Kalolres Sikka, AKBP Nelson Felipe Diaz Quintas, melalui Kasat Reskrim AKP Nyoman Gede menuturkan, personil Buser sempat kesulitan menangkap terduga lantaran bersembunyi di areal hutan.

Baca juga: Jhon Dua Kali Cek Anjing Menggonggong, Tak Sangka Temukan Jasad Bayi di Kali Mati Nangameting Sikka

"Dia (terduga) mau menuju ke rumahnya. Aparat mencarinya sampai di areal hutan wilayah Desa Kringa," katanya.

KRL telah mengakui bahwa bayi tak berdosa itu merupakan anak kandungnya.

Namun polisi belum menetapkan dia sebagai tersangka lantaran masih dalam proses interogasi awal.

"Dia sudah mengaku itu anaknya. Tetapi ini masih interogasi awal, belum ada keterbukaan dari yang bersangkutan," katanya.

Meski demikian, kata Nyoman, tak ada pertimbangan hukum soal status terduga sebagai pelajar lantaran usianya saat ini sudah dewasa. Ia akan disangkakan pasal sesuai hukum yang berlaku.

"Statusnya memang pelajar tapi umurnya sudah dewasa," tandas Nyoman.

Nyoman menambahkan, belum ada temuan soal keterlibatan dan peran sejumlah pihak.

Namun polisi akan terus mendalami kasus tersebut hingga semuanya terkuak.

"Dia belum mengaku siapa-siapa saja yang terlibat. Kita masih dalami lagi kasus ini," katanya.

Diberitakan sebelumnya, sesosok bayi laki-laki ditemukan tewas di Kali Mati, Kelurahan Nangameting, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Sabtu 17 September 2022.

Ironisnya, bayi malang ditemukan dalam kondisi tertimbun material pasir. Korban diduga dibuang ibu kandungnya sendiri.

Yulianus Kenedi (37), saksi pertama yang menemukan korban mengaku terkejut melihat kaki, kepala, dan lutut korban. Saat itu saksi hendak menyadap nira di pohon lontar yang lokasinya dekat dengan TKP.

"Saya iris moke sekitar Pukul 06.30. Saya mau lanjut iris di pohon berikut dan lihat dia (korban) dalam kondisi tertimbun pasir. Saya lihat kaki dan lutut," ujarnya.

PENEMUAN JASAD BAYI - Polisi dan Tenaga Kesehatan sedang mengevakuasi Jasad bayi yang dibuang di lokasi Kali Mati, Kelurahan Nangameting, Kecamatan Alok Timur, Sabtu 17 September 2022.
PENEMUAN JASAD BAYI - Polisi dan Tenaga Kesehatan sedang mengevakuasi Jasad bayi yang dibuang di lokasi Kali Mati, Kelurahan Nangameting, Kecamatan Alok Timur, Sabtu 17 September 2022. (TRIBUNFLORES.COM/PAULUS KEBELEN)

Setelah dievakuasi oleh polisi dan Nakes, kondisi bayi malang itu belum membiru dan masih ada tali pusat dan gumpalan ari-ari. Bercak darah membalut kepala dan badan diduga korban baru dilahirkan.

Warga setempat menduga pelaku membuang korban tengah malam atau subuh memanfaatkan kondisi sepi.

"Dia mungkin buang tadi malam. Masih ada ari-ari dan tali pusat belum digunting," ujar warga yang enggan menyebutkan nama.

Sehari setelah kejadian, personil Sat Reskrim Polres Sikka langsung melakukan investigasi sebuah rumah di RT 021/RW 01 yang diduga ditempati terduga pelaku.

Polisi menginterogasi keluarga terduga dengan melontarkan beberapa pertanyaan untuk menggali informasi secara akurat.

Penemuan Jasad Bayi

Sebelumnya, warga RT 21 dan RT 25 Kelurahan Nangameting, Kabupaten Sikka, pada Sabtu 17 September 2022 sekitar pukul 06.00 Wita dihebohkan dengan penemuan jasad bayi di Kali Mati RT 25.

Jasad bayi itu diketahui berjenis kelamin laki-laki dan saat itu ditemukan tertimbun pasir dalam kali.

Seorang saksi bernama Yulius Kenedi (37) mengaku kaget saat menemukan jasad bayi itu.

Pada saat itu Yulius hendak mengiris moke. Dua pohon lontar sudah selesai diiris dan saat panjat lontar ketiga, tiba -tiba mata Yulius langsung tertuju pada tumpukan pasir.

Kemudian Yulius memanggil Goris untuk memastikan apakah itu benar jasad bayi atau tidak. Dan ketika mereka melihat lebih dekat, benar yang ada dalam tumpukan pasir itu jasad bayi.

Kemudian wargapun datang mengerumuni TKP. Yohanes warga setempat mendatangi Polres Sikka guna membuat laporan Polisi.

Polisi pun bergegas menuju tkp dan melakukan evakuasi terhadap jasad bayi.

Tokoh masyarakat, RT, pihak kelurahan Nangameting dan warga setempat sepakat untuk menguburkan bayi itu dihalaman rumah milik Josep Mandasi.

Josep Mandasi merupakan warga RT 21 Kelurahan Nangameting dan ia mengaku iklhas menyediakan lahan untuk menguburkan jasad bayi itu.

Baca juga: BREAKING NEWS : Warga Geger Penemuan Jasad Bayi di Kali Mati Alok Timur Sikka

Sebelum dikuburkan, jasad bayi dipermandikan secara Katolik oleh Pater Erick Reymond, SVD.

Warga setempat tampak menangis histeris saat menyaksikan penguburan jasad bayi itu.

Sejak hari itu, pihak kepolisian bekerja esktra melakukan penyelidikan guna mengungkapkan kasus itu.

Hingga masuk hari keempat Selasa 20 September 2022 malam, polisi sudah mengamankan terduga pelaku.

Buang Bayi

Setelah dihebohkan dengan penemuan jasad bayi di Kali Mati, Kelurahan Nangameting, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, warga mulai membuka tabir soal dugaan membuang bayi oleh seorang siswi setempat.

Informasi bersifat dugaan itu telah sampai di telinga Sat Reskrim Polres Sikka. Aparat intel melakukan investigasi dengan mendatangi rumah terduga berlokasi di RT 021 RW 01, Kelurahan Nangameting, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikkka.

Jarak rumah terduga berkisar belasan meter dari Tempat Kejadian Perkara (TKP). Garis polisi masih membentengi lokasi TKP sampai hari ini, Selasa 20 September 2022.

Menurut paman terduga yang tak sempat memberikan identitas, menyebutkan kondisi keponakannya selama ini dalam keadaan sehat tanpa ada tanda-tanda perubahan fisik seperti wanita hamil.

Ia mengklaim ponakannya tidak hamil seperti buah bibir warga setempat pasca menemukan sesosok jasad bayi tertimbun material pasir di Kali Mati setempat.

TKP PENEMUAN JASAD BAYI- Suasana di tempat kejadian perkara penemuan jasad bayi di Kali Mati Jalan Beringin RT 25 RW 02 Kelurahan Nangameting  Kecamatan Alok Timur, Sabtu 17 September 2022 pagi. Jasa bayi sudah dibungkus dengan sarung oleh tim inafis Polres Sikka.
TKP PENEMUAN JASAD BAYI- Suasana di tempat kejadian perkara penemuan jasad bayi di Kali Mati Jalan Beringin RT 25 RW 02 Kelurahan Nangameting Kecamatan Alok Timur, Sabtu 17 September 2022 pagi. Jasa bayi sudah dibungkus dengan sarung oleh tim inafis Polres Sikka. (TRIBUNFLORES.COM / GORDI DONOFAN)

"Selama ini baik-baik saja, kami tidak lihat dia sakit. Dia pergi dan pulang sekolah macam biasa," katanya.

Sang paman berujar saat ini menetap di Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende. Dia baru mendatangi rumah orang tuanya yang juga ditempati terduga sejak Sabtu pekan lalu.

"Saya datang hari Sabtu baru-baru ini. Kami sudah cek semua kamar tapi tidak ada tanda bekas darah orang baru melahirkan," katanya kepada wartawan setelah polisi melakukan interogasi.

Setiba di rumah, katanya, terduga sudah pergi ke rumah orang tuanya yang berada di pedesaan wilayah Kabupaten Sikka. Ia juga belum memastikan kapan ponakannya kembali.

"Saya masih di Ende saat dia minta ijin pulang kampung. Dia jalan waktu pulang sekolah, mungkin minta uang di orang tuanya," tuturnya.

Baca juga: Penemuan Jasad Bayi di Maumere, Keluarga Terduga Bilang Tak Lihat Tanda Kehamilan

Ia menuturkan, terduga masih duduk di bangku kelas X pada salah satu SMA dalam wilayah Kota Maumere.

"Sekarang masih kelas X SMA," ucapya.

Diberitakan sebelumnya, Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sikka sedang mendatangi sebuah rumah di RT 021/RW 01 diduga tempat tinggal pelaku bersama keluarganya.

Polisi Intel melontarkan beberapa pertanyaan kepada kerabat terduga setelah mendapat informasi dari tetangga setempat yang menyebutkan ada seorang siswi yang diduga menjadi pelaku.

"Kita tidak menuduh, kita hanya mencurigai. Ini bagian dari tugas. Informasi yang kita dapat dari masyarakat menjurusnya kesini," kata polisi itu kala bersinteraksi degan kerabat terduga pelaku di halaman rumah wilayah setempat.

Kasie Humas Polres Sikka, AKP Margono menuturkan pihaknya sedang mendalami kasus tersebut. Ia berharap dukungan semua pihak agar kasus ini segera terungkap.

"Masih dalam proses penyelidikan. Kita doa saja semoga bisa cepat diketahui," ujarnya.

Berita penemuan bayi lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved