Berita Maumere

Uskup Agung Ende Tahbiskan 2 Imam Rogationis

Upacara pentahbisan dihadiri sekitar 700 orang terhitung dari jumlah tempat duduk dan undangan yang disediakan oleh panitia.

Editor: Nofri Fuka
TRIBUNFLORES.COM/ MARIA MANGKUNG
POSE - Uskup Agung Ende Mgr. Vincentius Sensi Poto Kota, Pr didampingi Pater Agustinus Alfridus, RCJ (kiri dari depan) dan Pater Damianus Doe, RCJ, (kanan) berpose bersama usai misa pentahbisan di Gereja Stasi Santo Fransiskus Xaferius Wailiti, Kabupaten Sikka, Rabu 21 September 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM Ria Mangkung

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Uskup Keuskupan Agung Ende Mgr. Vincentius Sensi Poto Kota, Pr akhirnya berhasil menahbiskan 2 imam baru dari Biara Kongregasi Hati Yesus di Wailiti Kabupaten Sikka, Rabu 21 September 2022.

Upacara pentahbisan digelar di Gereja Stasi Santo Fransiskus Xaverius Wailiti, dari Pukul 08.00 wita sampai selesai.

Dua imam baru yang ditahbiskan yakni Pater Agustinus Alfridus, RCJ yang biasa di panggil Ario dan Pater Damianus Doe, RCJ, sering disapa Adi.

Pater Ario berasal dari Paroki Bola, Kabupaten Sikka sedangkan Pater Adi berasal dari Detusoko Kabupaten Ende.

Baca juga: Uskup Ruteng Mgr. Siprianus Hormat Pimpin Misa Pentahbisan 15 Diakon di Ritapiret Maumere

 

 

Upacara pentahbisan dihadiri sekitar 700 orang terhitung dari jumlah tempat duduk dan undangan yang disediakan oleh panitia.

Pantauan TribunFlores.com, saat misa Uskup Agung Ende, mengatakan seorang imam merupakan kunci utama bagi sebuah Gereja Katolik.

Seorang imam ditahbiskan sesuai yang sudah tertulis dalam Kitab Suci, yakni tugasnya melayani umatnya dengan peneguhan dan menguduskan.

"Menjadi imam harus mengajarkan Firman Allah sesuai dengan yang diajarkan Yesus sendiri," ucap mantan Uskup Maumere itu.

Baca juga: Umat Katolik Wailiti Gembira, Esok Uskup Agung Ende Tahbiskan 2 Diakon Jadi Imam

 

Kata Dia, imam harus bertanggung jawab penuh kepada umatnya, dengan menjalankan tugas melalui pelayanan sakramen kepada seluruh umatnya.

"Imam bertanggung jawab mulai hari ini sampai selama-lamanya, maka dari itu jadilah saksi imam yang baik," tuturnya.

Selain itu Uskup Agung Ende juga menekankan kepada 2 imam baru agar selalu ingat kutipan dalam Kitab 2 Korintus 4:7 yang diambil menjadi tema pentahbisan yaitu harta ini kami punya dalam bejana tanah liat.

Uskup menjelaskan kutipan Kitab Suci tersebut menggambarkan bahwa harta kita itu memiliki keterbatasan dalam menyimpannya.

Baca juga: Diakon Asal NTT Ini Dithabiskan Jadi Imam di Papua, Siap Melanjutkan Pendidikan ke Filipina

 

Hal itu dilihat dari perumpamaan tanah liat yang mudah rapuh dan pecah. Harta yang kita simpan di tanah liat akan berpotensi pecah dan hancur. Artinya, harta yang kita miliki di dunia ini hanya bersifat sementara karena bisa hilang dan lenyap.

"Harta dunia yang disimpan dalam bejana akan lenyap, namun kita memiliki suatu harta rohani yang luar biasa, yaitu keselamatan yang dianugerahkan Tuhan melalui Yesus Kristus," terangnya.

 

 

Berita Sikka Lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved