Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Harian Katolik Selasa 27 September 2022, Misi Perutusan Yesus untuk Menyelamatkan Manusia

Judul Renungan harian Katolik hari ini yaitu Misi Perutusan Yesus Adalah Untuk Menyelamatkan Manusia. Renungan Harian Katolik dibawakan oleh Yohanes.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM / HO-FR YOHANES
Simak renungan Katolik Hari Ini dari Fr. M. Yohanes Berchmans. Renungan Harian Katolik Selasa 27 September 2022, Misi Perutusan Yesus untuk Menyelamatkan Manusia. 

Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk - Ka SMPK Frateran Ndao - Ende.

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Simak Renungan Harian Katolik Selasa 27 September 2022.

Judul Renungan harian Katolik hari ini yaitu Misi Perutusan Yesus Adalah Untuk Menyelamatkan Manusia.

Renungan Harian Katolik hari ini dibawakan oleh Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk - Ka SMPK Frateran Ndao - Ende.

Mari baca Renungan Harian Katolik hari ini.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 26 September 2022, Pemimpin Rendah Hati Siap Melayani Penuh Kasih

 

SEMANGAT PAGI, pada hari ini gereja katolik sejagat memperingati Santo Vinsensius a Paulo, Imam. Dan bacaan Injil hari ini dikisahkan tentang Yesus Dan Orang Samaria (Luk. 9: 51 - 56).

Sejahat atau seburuk apapun sikap kita manusia, Allah tetap selalu mau mengasihi kita. Sebab, Tuhan adalah penyanyang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia (Mazmur 103: 8).

Berbeda dengan sikap kita manusia, seperti yang ditunjukkan oleh Yakobus dan Yohanes, ketika Yesus hendak ke Yerusalem melewati desa orang Samaria. Mereka diutus hendak mempersiapkan segala sesuatu bagi Nya, namun orang Samaria tidak mau menerima Yesus.

Maka, marahlah Yakobus dan Yohanes, dan meminta kepada Yesus, agar mereka mau menurunkan api dari langit untuk membinasakan orang Samaria.

Baca juga: Bacaan Injil Katolik Hari Ini Minggu 25 September 2022, Lengkap dengan Mazmur Tanggapan

Tetapi, sikap Yesus yang adalah Allah sangat berbeda. Dia malah menegur mereka, dengan berkata " kalian tidak tahu apa yang kalian inginkan. Anak Manusia datang bukan untuk membinasakan orang, melainkan untuk menyelamatkannya".

Demikianlah inti misi perutusan Yesus di dunia, yakni untuk menyelamatkan kita manusia. Yesus hanya menawarkan dan tidak memaksakan.

Ketika orang Samaria menolak atau tidak menerima Yesus, itu artinya mereka menolak keselamatan yang dibawakan atau ditawarkan oleh Yesus. Dan, ketika mereka menolaknya, maka Yesus pergi ke desa lain yang mau menerima Nya, yang berarti menerima keselamatan hidup yang kekal.

Bagaimana dengan kita? Adakah kita juga seperti orang Samaria yang menolak kehadiran Yesus yang hendak mengunjungi "desa", hati kita? Menolak kehadiran Yesus, dengan cara menutup pintu hati kita, yang ditandai dengan hidup yang tidak mau berubah dari cara hidup manusia lama kita, yang berarti juga tidak bertobat.

Tuhan Yesus, memang datang bukan untuk membinasakan kita, melainkan untuk menyelamatkan kita, sejauh kita mau menerima Nya dan mau menerima tawaran keselamatan yang dibawakan oleh Nya.

Ingatlah, bahwa menerima tawaran keselamatan yang dibawakan oleh Yesus berarti kita siap untuk BERUBAH dan BERTOBAT, yang berarti siap menjadi manusia baru. Semoga demikian.

Renungan Katolik lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved