Berita Flores Timur

Rumah Makan Konga di Flores Timur, Suguhkan Panorama Areal Persawahan dan Bukit yang Indah

Di rumah makan ini, pengunjung bisa leluasa menikmati keindahahan sawah sambil melihat geliat petani yang sibuk bercokol dari pagi hingga petang.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/PAULUS KEBELEN
PANORAMA SAWAH DI RUMAH MAKAN - Sensasi menyantap makanan di Rumah Makan Konga yang dikelilingi hamparan sawah Desa Konga, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, Selasa 27 September 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paul Kebelen

TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA- Satu diantara tempat makan yang direkomendasikan saat melakoni perjalanan dari arah barat Pulau Flores menuju Kota Larantuka adalah Rumah Makan Konga.

Rumah Makan Konga terletak di Desa Konga, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur.

Rumah makan dengan spot persawahan yang indah dirintis oleh Fransiskus Emanuel Teluma sejak dua tahun lalu. Berada di pinggir jalan Trans Larantuka-Maumere membuat tempat ini jadi andalan pelaku perjalanan.

Di rumah makan ini, pengunjung bisa leluasa menikmati keindahahan sawah sambil melihat geliat petani yang sibuk bercokol dari pagi hingga petang.

Baca juga: Wisata Flores, Menikmati Keindahan Pulau Kanawa di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores NTT

 

Selain itu pengunjung bisa melihat langsung bukit di sekitar areal persawahan. Sungguh indah memang.

"Ada menu makanan nasi ikan dasar goreng, ikan bakar, sate ikan, nasi goreng, dan empek-empek palembang. Ada juga es teh, kopi, dan susu," kata Frans, pemilik nama lengkap Fransiskus Emanuel Teluma, Selasa 27 September 2022.

Berdiri pada tahun 2020, Rumah Makan Konga langsung disambangi pengunjung, khususnya para pelaku perjalanan. Mereka untuk menikmati pelbagai menu makanan dan berselfie ria berlatar sawah yang menghanpar luas.

Frans menuturkan, jumlah pengunjung sempat menurun drastis saat pandemi Covid-19 merebak. Ia hanya mengandalkan masyarakat setempat yang jumlahnya bisa terhitung jari.

"Pandemi Covid-19 memang sangat berdampak dengan usaha kami. Waktu itu sepi sekali," ceritanya.

Frans mengaku gembira setelah wabah Covid-19 semakin landai. Usahanya yang lesuh mulai bangkit dan berkembang pesat sampai saat ini.

Baca juga: Nikmati Wisata Flores, Wisatawan Asing Jelajahi Jalur Pantai Utara Flores Naik Sepeda

Dalam sehari, Frans bisa mengantongi omset dari Rp 1.500.000 sampai Rp 2.000.000. Ia bersyukur karena pendapatan tersebut untuk membiayai semua kebutuhan keluarga, termasuk biaya anak sekolah.

"Harga bervariasi. Paling mahal itu nasi ikan dasar bakar, harhanya Rp 20.000 per porsi. Kalau ikan goreng hanya Rp 15.000," papar pria murah senyum itu.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved